STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Graha Layar Prima Tbk (BLTZ) mengungkapkan, Perseroan menandatangani perjanjian perubahan ketiga atas fasilitas pinjaman senilai Rp90 miliar Bank KB Indonesia Tbk (BBKP) pada 21 November 2025. Adapun perubahan perjanjian atas pinjaman kedua pada 22 November 2024.
Sekretaris Perusahaan BLTZ Rozaksan Rinota, dalam keterangan, Selasa 25 November 2025 mengatakan, perubahan yang dilakukan dalam perjanjian fasilitas tertanggal 22 November 2024 itu meliputi perpanjangan jatuh tempo atas perjanjian pinjaman selama setahun sampai dengan 25 November 2025.
Seperti diketahui, dokumen jaminan untuk perolehan fasilitas pinjaman ini adalah Standby Letter of Credit dari CJ CGV Co., Ltd (“CJ CGV”) selaku pemegang saham pengendali Perseroan secara tidak langsung. Adapun tujuan dari fasilitas pinjaman tersebut adalah untuk membiayai kebutuhan modal kerja Perseroan.
Adapun pertimbangan dan alasan dilakukan transaksi ini adalah untuk mendukung kegiatan usaha utama Perseroan dalam hal kebutuhan modal kerja Perseroan. Transaksi tersebut tidak berdampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan maupun kelangsungan usaha Perseroan.
Per September 2025, BLTZ memiliki total liabilitas sebesar Rp1,43 triliun, turun 1,86% dari Rp1,45 triliun per Desember 2024. Ini terdiri atas liabilitas jangka pendek Rp699,84 miliar dan utang jangka panjang Rp731,65 miliar. Adapun jumlah aset dan ekuitas, masing-masing Rp1,84 triliun dan Rp416,38 miliar.
Graha Layar Prima (BLTZ) mencatat laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp28,73 miliar pada Januari-September 2025, melonjak 150% jika dibandingkan Rp11,5 miliar pada Januari-September 2024. Pendapatan bersih Perseroan mencapai Rp922,25 miliar pada Januari-September 2025, naik 3,16% dari Rp893,97 miliar pada periode yang sama tahun 2024. (konrad)
