Senin, Januari 12, 2026
24.4 C
Jakarta

Koreksi Jadwal, Abadi Nusantara (PACK) Siap Gelar Rights Issue di Harga Rp 100

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) — PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK) mengumumkan perbaikan informasi terkait rencana penambahan modal. Aksi korporasi ini dilakukan melalui mekanisme Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue. Manajemen menyampaikan revisi jadwal dan rincian tersebut melalui surat resmi pada Senin (5/1/2026).

Dalam aksi korporasi ini, PACK berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 32.586.939.356 saham baru. Nilai nominal saham ditetapkan sebesar Rp 10 per saham. Perseroan mematok harga pelaksanaan HMETD senilai Rp 100 per saham.

Rasio HMETD ditetapkan sebesar 5:102. Setiap pemegang 5 saham lama yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) berhak memperoleh 102 HMETD. Setiap 1 HMETD dapat ditukar menjadi 1 saham baru. Tanggal pencatatan untuk hak ini jatuh pada 13 Januari 2026 pukul 16.00 WIB.

Perseroan telah merancang alokasi penggunaan dana hasil rights issue. Mayoritas dana akan disalurkan untuk memperkuat struktur modal entitas anak.

“Sekitar 86,93% akan dialokasikan untuk penyaluran dana melalui penyetoran modal dan pemberian pinjaman kepada Entitas Anak, yaitu APR dan SCR untuk keperluan pembayaran,” ungkap manajemen dalam laporan keterbukaan informasi di laman bursa.

Investor perlu mencermati jadwal penting perdagangan ini. Tanggal Cum HMETD di Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi dijadwalkan pada 9 Januari 2026. Sementara itu, tanggal Ex HMETD di pasar yang sama jatuh pada 12 Januari 2026.

Untuk Pasar Tunai, Cum HMETD ditetapkan pada 13 Januari 2026. Tanggal Ex HMETD di Pasar Tunai berlangsung sehari setelahnya, yakni 14 Januari 2026. Pencatatan efek di Bursa Efek Indonesia (BEI) akan dilakukan pada 15 Januari 2026.

Periode perdagangan HMETD berlangsung cukup singkat. Masa perdagangan dimulai pada 15 Januari 2026 sampai dengan 22 Januari 2026. Periode pelaksanaan HMETD dijadwalkan pada 22 Januari 2026 hingga 22 Januari 2026.

Tanggal akhir pembayaran pesanan efek tambahan jatuh pada 23 Januari 2026. Penyerahan efek akan dilakukan pada 26 Januari 2026. Pada tanggal yang sama, perseroan juga akan melakukan penjatahan.

Manajemen memastikan pengembalian kelebihan uang pesanan akan diproses pada 28 Januari 2026. Perseroan juga menegaskan tidak ada penerbitan waran yang menyertai aksi korporasi ini. Tanggal efektif pernyataan pendaftaran HMETD ini tercatat pada 31 Desember 2025.

- Advertisement -

Artikel Terkait

IHSG Diprediksi Menguat, Bahana Sekuritas Rekomendasikan ‘Beli’ NICL, BUMI, DEWA hingga RATU!

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa...

Investor Telkom (TLKM) Melejit di Akhir 2025, Danantara Genggam Kendali 52,09%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM)...

Komposisi Pemegang Saham BRMS Akhir 2025: Investor Sugiman Halim Genggam 7,45%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS)...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru