STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) tancap gas memperkuat cadangan mineralnya. Perusahaan melakukan berbagai aktivitas eksplorasi sepanjang Oktober hingga Desember 2025. Langkah strategis ini melibatkan lima anak usahanya di berbagai wilayah Indonesia.
Muhammad Sulthon, Direktur dan Sekretaris Perusahaan BRMS, menyampaikan laporan tersebut pada Januari 2026. Eksplorasi mencakup pencarian emas dan tembaga. Lokasi kerja tersebar mulai dari Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Gorontalo, Aceh, hingga Banten.
PT Gorontalo Minerals (GM) mencatatkan biaya eksplorasi terbesar. Nilainya mencapai USD 1.817.796,70. Perusahaan fokus pada pengeboran di area Cabang Kiri East, Tombulilato. Total kedalaman pengeboran di sana sudah menyentuh 15.730,4 meter.
Sementara itu, PT Citra Palu Minerals (CPM) mengucurkan dana sebesar USD 747.040,10. Aktivitas utama CPM berada di Blok I Sulawesi Tengah. Mereka melanjutkan pengeboran di Prospek River Reef-Watuputih. Kedalaman pengeboran di lokasi tersebut tembus 89.582,40 meter.
Anak usaha lainnya, PT Linge Mineral Resources (LMR), mengeluarkan dana USD 338.794,52. LMR melakukan studi lanjutan di Prospek Bulan dan Bintang, Aceh. Kegiatan ini bertujuan memperbarui data teknis geoteknik serta metalurgi.
PT Suma Heksa Sinergi (SHS) juga bergerak aktif dengan biaya USD 277.009,01. SHS melakukan pengeboran di Prospek Pasir Karang. Selain itu, mereka menyelesaikan pemetaan geologi detail di Pasir Awi.
PT Dairi Prima Mineral (DPM) melaporkan biaya sebesar USD 21.275,86. Prospek Anjing Hitam milik DPM kini sudah memasuki tahap operasi produksi. Perusahaan sekarang fokus mengembangkan Prospek Lae Jehe di Sumatra Utara.
Kegiatan eksplorasi ini melibatkan banyak pihak profesional. Beberapa di antaranya adalah Laboratorium PT Geoservices dan Geomekanika ITB. Tim lapangan juga melakukan pemetaan udara menggunakan teknologi drone.
Sulthon menjelaskan rincian kegiatan tersebut dalam dokumen resmi perusahaan. “Melanjutkan kegiatan pengeboran di Prospek River Reef – Watuputih, Blok I Poboya dengan tujuan untuk menambah sumber daya di Prospek River Reef,” ujarnya, dalam keterbukaan informasi dikutip Sabtu (10/1/2026).
Pihak perusahaan terus memantau kemajuan di setiap blok tambang. Integrasi data hasil pemetaan dan pengeboran sangat penting. Langkah ini diambil untuk memastikan ketepatan penentuan titik pengeboran selanjutnya.
Beberapa hambatan masih ditemui oleh tim di lapangan. Salah satunya adalah aktivitas penambangan tanpa izin (PETI) oleh masyarakat sekitar. Selain itu, faktor cuaca seperti banjir bandang di Aceh juga sempat mengganggu jalur logistik.
BRMS tetap optimistis terhadap hasil rangkaian eksplorasi ini. Penambahan cadangan mineral baru akan memperkuat masa depan bisnis perusahaan. Seluruh proses perizinan dan RKAB terus diperbarui sesuai dengan ketentuan pemerintah yang berlaku.
