STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Manajemen PT Menn Teknologi Indonesia Tbk (MENN) akhirnya angkat bicara. Mereka menjawab pertanyaan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait simpang siur siapa sosok sebenarnya di balik PT Penajam Makmur Jaya (PMJ). Adapun PMJ sendiri merupakan Pemegang Saham Pengendali (PSP) baru di tubuh MENN.
BEI meminta konfirmasi kepada MENN. Hal ini menyusul pengakuan PT Djasa Ubersakti Tbk (PTDU) dalam keterbukaan informasi tanggal 29 Desember 2025. Pihak PTDU menyebut pengendali dan pemilik manfaat akhir atau Ultimate Beneficial Owner (UBO) dari PMJ adalah Muhammad Nazaruddin melalui Yayasan Nazar Foundation.
Namun, Manajemen MENN membantah keras hal tersebut. Melalui Sekretaris Perusahaan MENN, Edrick Pramana, menyampaikan penjelasan resmi kepada otoritas bursa. Ia meluruskan informasi yang bersumber dari keterbukaan informasi PTDU. Dalam surat balasannya kepada BEI, tertanggal 15 Januari 2026, MENN menegaskan sosok pengendali PMJ adalah Sarah Sartika Putri, bukan Muhammad Nazaruddin.
“Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa Ibu Sarah Sartika Putri adalah sebagai UBO PT Menn Teknologi Indonesia Tbk. Mewakili 6 Perusahaan berdasarkan surat penunjukan UBO,” tulis Edrick Pramana, Corporate Secretary MENN, mengutip penjelasan Pemegang Saham Pengendali (PSP) dalam surat resminya.
Pihak MENN mengaku tidak mengetahui adanya surat tanggapan dari PTDU yang menyeret nama mantan Bendahara Umum Partai Demokrat tersebut. Menurut MENN, PMJ merupakan perwakilan dari enam perusahaan untuk kepemilikan dan pengendalian perseroan.
Terkait dugaan keterlibatan Yayasan Nazar Foundation dalam struktur PMJ, MENN memastikan yayasan tersebut tidak memiliki wewenang apapun.
“PSP Menjelaskan bahwa tidak ada peran sama sekali Yayasan Nazar Foundation dalam hak pengendalian, hak suara, dan hak pengambilan Keputusan strategis,” tegas Edrick.
Lebih lanjut, MENN juga mengklarifikasi isu hubungan antara Sarah Sartika Putri dengan Muhammad Nazaruddin. Perseroan memastikan keduanya tidak memiliki keterkaitan.
“PSP Menjelaskan tidak ada hubungan afiliasi antara Muhammad Nazaruddin dan Ibu Sarah Sartika Putri,” terang Edrick.
Meski demikian, MENN mengakui proses administrasi data UBO belum sepenuhnya rampung. Saat ini, belum ada pemutakhiran data UBO karena memang tidak ada perubahan pengendalian material yang berbeda dari laporan awal. “PSP Menjelaskan bahwa sampai saat ini belum ada pemutakhiran data UBO PT Menn Teknologi Indonesia Tbk,” ungkap Edrick.
Perseroan juga melampirkan dokumen pendukung berupa surat pernyataan penunjukan UBO dari berbagai entitas pemegang saham untuk memperkuat bukti tersebut.
Manajemen kini tengah menanti proses korporasi selanjutnya untuk memantapkan langkah bisnis perusahaan di bawah kendali baru.
“PSP menjelaskan bahwa sedang menunggu terlaksananya RUPS Ketiga PT Menn Teknologi Indonesia Tbk. Agar PSP Baru dapat mewujudkan Visi dan Misi serta Bisnis plan kedepannya,” tutup Edrick.
Jejak Nazaruddin di PTDU
Keterangan MENN ini bertolak belakang dengan data yang diungkap PTDU. Dalam dokumen PTDU tanggal 29 Desember 2025, terungkap struktur Yayasan Nazar Foundation yang diklaim sebagai pengendali PMJ.

Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat Pembina Yayasan Nazar Foundation tanggal 22 September 2022, Muhammad Nazaruddin tercatat sebagai Pendiri sekaligus Ketua Dewan Pembina.
“Pengendali dan pemilik manfaat (beneficial owner) : Muhammad Nazaruddin,” tulis manajemen PTDU dalam keterbukaan informasinya.
Sebelum akhirnya menyebut nama Nazaruddin, PTDU sempat dua kali merevisi informasi pengendali PMJ. Pada 8 Desember 2025, PTDU menyebut pengendalinya adalah Cahyadi. Kemudian, pada 22 Desember 2025, nama berubah menjadi Reagy. Terakhir, PTDU memastikan pengendalinya adalah Yayasan Nazar Foundation.
Sebagai informasi, Muhammad Nazaruddin merupakan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat. Ia sempat terjerat kasus suap Wisma Atlet dan tindak pidana pencucian uang. Sejak bebas murni pada 2020, Nazaruddin menjadikan Yayasan Nazar Foundation sebagai wadah utama aktivitas sosialnya.
