Selasa, Januari 20, 2026
29.1 C
Jakarta

Bayar Utang Jatuh Tempo, TBS Energi Utama (TOBA) Tawarkan Obligasi Rp500 Miliar

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) atau TBS kembali mencari pendanaan di pasar modal. Perseroan resmi menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2026. Target dana yang dibidik dari aksi korporasi ini mencapai Rp500 miliar.

Penerbitan surat utang ini merupakan bagian dari Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) Obligasi Berkelanjutan I TBS Energi Utama. Total target dana yang dihimpun dari program ini adalah Rp800 miliar.

Manajemen TBS Energi Utama menawarkan obligasi ini dalam tiga seri. Masing-masing seri memiliki tenor dan tingkat bunga berbeda.

Seri A ditawarkan dengan jumlah pokok Rp100 miliar. Obligasi ini memiliki tenor 3 tahun dengan tingkat bunga tetap 7,25% per tahun.

Seri B memiliki jumlah pokok Rp175 miliar. Tenor yang ditawarkan adalah 5 tahun dengan bunga tetap 8,00% per tahun.

Terakhir, Seri C ditawarkan senilai Rp225 miliar. Surat utang ini bertenor 7 tahun dengan bunga tetap 8,65% per tahun.

Juli Oktarina dan Alvin Firman Sunanda, Direktur TBS Energi Utama, menandatangani surat pengantar informasi tambahan tersebut di Jakarta, Kamis (15/1/2026).

Dana hasil penerbitan obligasi ini mayoritas akan digunakan untuk membayar utang.

“Sebesar Rp400,93 miliar akan digunakan Perseroan untuk melunasi sebagian pokok Obligasi I TBS Energi Utama Tahun 2023 Seri A,” tulis Manajemen dalam prospektus ringkasnya.

Utang obligasi lama tersebut akan jatuh tempo pada 3 Maret 2026. Pelunasan lebih awal ini diharapkan dapat menjaga kesehatan keuangan perusahaan.

Selain untuk bayar utang, dana obligasi juga akan dipakai untuk ekspansi anak usaha. Perseroan mengalokasikan Rp46,39 miliar sebagai setoran modal kepada PT Trisensa Mineral Utama (TMU). Dana ini akan digunakan TMU sebagai modal kerja pertambangan batubara.

“Sisanya digunakan oleh Perseroan sebagai modal kerja Perseroan, termasuk namun tidak terbatas pada beban operasional rutin,” tambah Manajemen.

Dalam penerbitan ini, PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menyematkan peringkat idA (Single A).

Perseroan menunjuk tiga sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi. Mereka adalah PT Sucor Sekuritas, PT Indo Premier Sekuritas, dan PT RHB Sekuritas Indonesia. Sementara itu, PT Bank Mega Tbk bertindak sebagai Wali Amanat.

Masa penawaran umum obligasi berlangsung pada 15 Januari 2026. Penjatahan dijadwalkan pada 20 Januari 2026. Obligasi ini rencananya akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 23 Januari 2026.

Sebagai informasi tambahan, kinerja keuangan TBS Energi Utama sedang tertekan. Per 30 September 2025, pendapatan perseroan turun 14,4% menjadi USD 288,2 juta. Penurunan ini terutama disebabkan oleh turunnya rata-rata harga dan volume penjualan batubara.

Perseroan juga mencatatkan rugi tahun berjalan sebesar USD 127,88 juta per September 2025. Padahal pada periode yang sama tahun 2024, perseroan masih membukukan laba sebesar USD 54,42 juta.

- Advertisement -

Artikel Terkait

BEI Update Status Pemantauan Khusus Saham UNSP dan INPS, Ini yang Perlu Diketahui Investor

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali memperbarui...

Resmi, OJK Jadi Pengawas Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Badan Pengawas...

Tambah Porsi Kepemilikan, Bos SULI Serok 28.267.003 Lembar Saham Perusahaan

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Amir Sunarko, Direktur  PT SLJ Global Tbk (SULI)...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru