Senin, Januari 19, 2026
29.5 C
Jakarta

BEI Pertanyakan Volatilitas Harga Saham VIVA, Manajemen Buka Suara

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Harga saham PT Visi Media Asia Tbk (VIVA) melonjak hingga menyentuh level tertinggi sepanjang tahun berjalan (Year to Date/YTD). Pergerakan ini memicu Bursa Efek Indonesia (BEI) meminta penjelasan manajemen terkait volatilitas transaksi tersebut.

Pada penutupan perdagangan Jumat 15 Januari 2026, saham VIVA parkir di level Rp81 per unit. Angka ini menunjukkan kenaikan sebesar Rp4 atau 5,19% dari harga penutupan hari sebelumnya di posisi Rp77.

Saham emiten media ini sempat menyentuh level tertinggi harian di Rp84. Volume perdagangan tercatat mencapai 282.920.300 saham. Saat ini, nilai kapitalisasi pasar VIVA menembus Rp1,33 triliun.

Menanggapi permintaan penjelasan dari bursa, Corporate Secretary VIVA, Neil R. Tobing memberikan jawaban resmi. Ia menyatakan manajemen tidak mengetahui adanya fakta material yang dapat memengaruhi nilai efek perusahaan atau keputusan investasi pemodal.

“Sepanjang pengetahuan Perseroan, tidak ada ada informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek Perseroan atau keputusan investasi pemodal,” jelas Neil dalam keterbukaan informasi di Jakarta, dikutip Minggu (18/1/2026).

Neil juga menegaskan tidak ada informasi, fakta, atau kejadian penting lain yang belum diungkapkan kepada publik. Manajemen pun memastikan tidak memiliki rencana aksi korporasi dalam waktu dekat.

“Saat ini tidak ada rencana Perseroan untuk melakukan tindakan korporasi yang dapat berakibat terhadap pencatatan saham Perseroan, yang akan dilakukan dalam jangka waktu dekat,” tulis Neil. Hal tersebut berlaku setidaknya untuk rencana korporasi dalam tiga bulan mendatang.

Mengenai aktivitas pemegang saham utama dan pengendali, manajemen mengeklaim belum ada perubahan strategi kepemilikan. Berdasarkan informasi yang diterima perusahaan, pemegang saham utama senantiasa mempertimbangkan kepentingan jangka panjang.

“Sampai dengan saat ini Pemegang Saham Utama Perseroan tidak memiliki rencana untuk mengambil keputusan atau tindakan terkait kepemilikan sahamnya di Perseroan,” tambahnya.

Sebagai informasi, dalam rentang 52 pekan terakhir, saham VIVA bergerak cukup lebar di kisaran Rp6 hingga Rp84. Sementara itu, harga terendah tahun berjalan berada di posisi Rp50 pada 2 Januari 2026. (*/)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Kucurkan Dana Rp189,88 Miliar, Putra Borneo Agro Lestari Serok 1,29% Saham SSMS

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Putra Borneo Agro Lestari, salah satu pemegang...

Siap-siap! BEI Cabut Suspensi Dua Saham Ini Mulai Besok Pagi

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi mencabut...

Satu Saham Masuk Daftar Pemantauan Khusus, Satu Lagi Akhirnya Bebas Mulai Besok!

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan pembaruan...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru