STOCKWATCH.ID, JAKARTA – Manajemen PT Charnic Capital Tbk (NICK) memberikan penjelasan terkait volatilitas transaksi saham perusahaan. Langkah ini merespons permintaan penjelasan dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui surat nomor S-00547/BEI.PP2/01-2026.
Nicholas Santoso, Corporate Secretary NICK, menegaskan manajemen tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat memengaruhi nilai efek. Hal tersebut disampaikan dalam keterbukaan informasi pada Senin, (19/1/2026).
Hingga saat ini, perusahaan belum memiliki agenda besar yang akan dilakukan. Keputusan ini mencakup rencana yang dapat berdampak pada status pencatatan saham di bursa.
“Perseroan tidak memiliki rencana untuk melakukan tindakan korporasi dalam waktu dekat, termasuk rencana korporasi yang akan berakibat terhadap pencatatan saham Perseroan di Bursa dalam 3 bulan mendatang,” tulis Nicholas dalam laporannya.
Ia juga menambahkan kondisi kelangsungan hidup perusahaan masih terjaga. Manajemen memastikan seluruh informasi penting telah disampaikan kepada publik sesuai aturan yang berlaku.
“Tidak terdapat informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi harga efek Perseroan serta kelangsungan hidup Perseroan yang belum diungkapkan kepada publik,” tambahnya.
Selain itu, Nicholas menyebut pihak manajemen tidak mengetahui adanya aktivitas tertentu dari pemegang saham. Hal ini merujuk pada ketentuan laporan kepemilikan atau setiap perubahan kepemilikan saham perusahaan terbuka.
Harga Saham NICK
Pada perdagangan Kamis, 15 Januari 2026, saham NICK ditutup pada level Rp1.335 per saham. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar Rp45 atau merosot 3,26% dibandingkan penutupan hari sebelumnya di level Rp1.380 per saham.
Saham emiten berkode NICK ini dibuka pada level Rp1.420. Sepanjang hari tersebut, harga tertinggi sempat menyentuh Rp1.420, sementara level terendah berada di posisi Rp1.305 per saham.
Volume perdagangan tercatat sebanyak 99.100 saham. Adapun nilai kapitalisasi pasar atau market cap NICK saat itu mencapai Rp869,28 miliar.
Adapun pada perdagangan hari ini, Senin (19/1/2026). Hingga pukul 09.38 WIB, harga saham NICK berada di level Rp1.235 per saham. Posisi ini turun Rp100 atau 7,49% dibandingkan penutupan sebelumnya.
Pada awal perdagangan, saham NICK dibuka di harga Rp1.310. Sepanjang sesi berjalan, harga tertinggi tercatat di Rp1.310 dan terendah di Rp1.235 per saham.
Kapitalisasi pasar NICK tercatat sekitar Rp800,91 miliar. Rasio price to earnings (P/E) berada di level 7,23 kali.
Jika melihat tren sepanjang tahun berjalan (Year to Date), harga tertinggi NICK berada di level Rp1.515 yang tercapai pada 13 Januari 2026. Sementara itu, harga terendah tahun ini berada di level Rp1.200 per saham pada 2 Januari 2026. Dalam kurun waktu 52 minggu terakhir, saham NICK bergerak pada rentang Rp600 hingga Rp1.950 per saham.
