back to top

Saham Publik FOLK Naik Tajam, Free Float Tembus 34,94%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Multi Garam Utama Tbk (FOLK) mengumumkan perubahan struktur kepemilikan saham perusahaan. Berdasarkan data terbaru, porsi saham publik atau free float emiten ini mengalami peningkatan signifikan.

PT Garam Ventura selaku pemegang saham pengendali mempertebal kepemilikannya. Koleksi saham mereka naik dari 1,66 miliar lembar (42,19%) menjadi 1,75 miliar lembar saham. Porsi ini kini setara dengan 42,98% dari total modal perusahaan.

Sebaliknya, PT Sumber Garam justru mengurangi porsi kepemilikannya. Porsi saham mereka menyusut dari 970,07 juta lembar (24,57%) menjadi 903,33 juta lembar saham atau sekitar 22,08%.

Danny Sutradewa, Corporate Secretary FOLK, menyampaikan rincian ini dalam keterbukaan informasi pada Senin (19/1/2026). Data tersebut merangkum posisi pemegang saham per 15 Januari 2026.

“Perseroan menyampaikan Perubahan Struktur Pemegang Saham yang berakhir pada 15 Januari 2026 sebagai berikut,” ujar Danny, dikutip Selasa (20/1/2026).

Kepemilikan masyarakat non-warkat (scripless) juga terpantau meningkat. Jumlahnya naik dari 1,31 miliar lembar (33,24%) menjadi 1,42 miliar lembar saham. Persentase kepemilikan publik ini kini menyentuh 34,94%.

Perubahan ini berdampak langsung pada persentase saham free float FOLK. Angka tersebut melesat dari sebelumnya 28,15% menjadi 34,94% pada periode bulan ini.

Total saham FOLK yang tercatat di bursa juga mengalami penambahan. Jumlahnya meningkat dari 3,94 miliar lembar menjadi 4,09 miliar lembar saham.

Meskipun terjadi perubahan komposisi saham, jumlah pemegang saham tercatat masih stabil. Hingga pertengahan Januari 2026, total pemegang saham FOLK tetap di angka 4.146 pihak.

Danny Sutradewa dan Chandra tetap tercatat sebagai pemilik manfaat akhir (final beneficiaries) dari kepemilikan saham perusahaan ini. Emiten yang melantai di papan pengembangan ini memastikan seluruh administrasi efek dikelola oleh PT Ficomindo Buana Registrar.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Buntut Penggeledahan OJK dan Bareskrim, Mirae Asset Buka Suara Soal Uang Rp14,5 Triliun

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)  – Manajemen PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia...

Triwulan I 2026, Indo Tambangraya (ITMG) Bidik Penjualan Batubara 6,8 Juta Ton

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG)...

Penjualan Batubara Indo Tambangraya (ITMG) Naik 3% Jadi 24,7 Juta Ton pada 2025

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG),...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru