Bank Mandiri Siap Bayar Pokok Obligasi Berwawasan Lingkungan I/2025  Seri A Rp500  Miliar

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) berencana untuk melunasi pokok Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I BMRI Tahap II Tahun 2025 yang akan jatuh  tempo pada tanggal 5 April 2026.

Menurut Rizky Pangidoan Sitanggang, Vice President BMRI  dalam keterangan, Jumat 6 Maret 2026 mengatakan,  Perseroan telah menyiapkan dana sebesar Rp500 miliar untuk pembayaran pokok Obligasi Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I BMRI Tahap II Tahun 2025 tersebut.

Seperti diketahui, Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I BMRI Tahap II  Tahun 2025 senilai Rp5 triliun diterbitkan pada bulan Maret 2025. Obligasi  Berwawasan Lingkungan tersebut merupakan bagian dari Penawaran Umum Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I BMRI senilai total Rp10 triliun.

Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I BMRI  Tahap II Tahun 2025 itu terdiri atas tiga seri, yakni obligasi seri A dengan jumlah pokok Rp500 miliar berbunga tetap 6,35% per tahun berjangka waktu 370 hari, dan seri B sebesar Rp4,5 triliun memiliki tenor tiga tahun dengan bunga tetap 6,65% per tahun.

Seluruh dana yang diperoleh dari hasil penawaran umum obligasi berwawasan lingkungan ini, setelah dikurangi biaya-biaya emisi, akan digunakan perseroan untuk melakukan pembiayaan (finance) atau pembiayaan ulang (refinance) atas kegiatan-kegiatan yang termasuk dalam kategori kegiatan usaha berwawasan lingkungan sebagaimana diatur dalam POJK No. 60/2017, dengan porsi paling sedikit sebesar 70% (tujuh puluh persen) digunakan untuk membiayai KUBL.

Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi Obligasi Berwawasan Lingkungan I BMRI Tahap II Tahun 2025 adalah PT BNI Sekuritas, PT BRI Danareksa Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (TRIM), serta PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) sebagai wali amanat obligasi. (konrad)

- Advertisement -

Artikel Terkait

RUPSLB Techno9 Indonesia (NINE) Batal Dilaksanakan, Tak Penuhi Kuorum

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Manajemen PT Techno9 Indonesia Tbk (NINE) mengumumkan...

IHSG Turun 0,24% di 7.541,612, Tiga Indeks Sektor Ini Turun

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Dibuka melemah di 7.560,285, Indeks Harga Saham Gabungan...

IHSG Turun 12,6% YTD dan Net Foreign Sell Rp39 Triliun, Mengapa MSCI Masih Menahan Evaluasi?

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – MSCI Inc., penyedia indeks saham global,...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru