Rabu, Januari 21, 2026
28.6 C
Jakarta

Emiten Happy Hapsoro BUVA Berencana Rights Issue II, Terbitkan Hingga 50 Miliar Saham Baru

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) berencana melakukan penambahan modal melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue II. Emiten pengelola hotel dan real estat ini akan melepas sebanyak-banyaknya 50 miliar lembar saham baru.

Jumlah saham baru tersebut setara dengan 203,11% dari total saham yang ditempatkan dan disetor penuh perusahaan saat ini. Manajemen menetapkan nilai nominal sebesar Rp50 per lembar saham.

Rian Fachmi, Corporate Secretary BUVA, menyampaikan rencana tersebut dalam keterbukaan informasi pada Selasa (20/1/2026). Langkah strategis ini diambil demi menjaga stabilitas dan pertumbuhan perusahaan di masa depan.

“PMHMETD II dilakukan untuk memperkuat struktur permodalan Perseroan sehingga memberikan Perseroan tambahan dana untuk mendukung kinerja Perseroan,” ujar Rian.

Seluruh dana segar yang diraup dari aksi korporasi ini akan dialokasikan untuk memperkuat operasional. Setelah dikurangi biaya emisi, BUVA akan menyalurkan dana tersebut untuk ekspansi serta melunasi beban keuangan.

“Seluruh dana hasil PMHMETD II (setelah dikurangi biaya emisi) akan digunakan oleh Perseroan untuk pengembangan usaha dan/atau untuk pembayaran atas kewajiban Perseroan dan/atau anak usaha,” tulis manajemen BUVA dalam dokumen resminya.

Pemegang saham lama perlu mencermati efek dari penerbitan saham baru ini. Investor yang tidak menggunakan haknya untuk membeli saham baru akan mengalami penurunan porsi kepemilikan. Nilai dilusi kepemilikan saham diprediksi mencapai maksimum 67,01%.

BUVA akan meminta restu para investor untuk memuluskan rencana ini. Perseroan menjadwalkan pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Kamis, 26 Februari 2026.

Hingga akhir Desember 2025, PT Nusantara Utama Investama tercatat sebagai pemegang saham utama BUVA dengan porsi 61,64%. Selain itu, Hapsoro Sukmonohadi, atau yang lebih dikenal dengan nama Happy Hapsoro, memiliki 0,25% saham, sementara porsi kepemilikan masyarakat berada di angka 38,11%.

Manajemen berkomitmen untuk selalu mematuhi regulasi pasar modal yang berlaku. Informasi lebih mendalam mengenai harga pelaksanaan dan rincian final penggunaan dana akan diumumkan melalui prospektus pada waktunya. (konrad/daiz)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Private Placement Rampung, FOLK Kantongi Dana Segar Rp57 Miliar

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Multi Garam Utama Tbk (FOLK)...

Sertifikat Saham Petrosea (PTRO) Milik Eddy Handoko Hilang, Datindo Beri Waktu Enam Bulan untuk Keberatan

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan laporan...

BEI Update Status Pemantauan Khusus Saham UNSP dan INPS, Ini yang Perlu Diketahui Investor

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali memperbarui...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru