back to top
Kamis, Januari 22, 2026
26 C
Jakarta

Saham Free Float TRIN Melompat Jadi 22,26%, Ini Penjelasan Manajemen

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN) mencatat kenaikan signifikan pada porsi saham publik atau free float. Per 31 Desember 2025, angka free float perseroan melonjak menjadi 22,26% dari posisi sebelumnya sebesar 13,59% pada November 2025.

Lonjakan ini dipicu oleh meningkatnya kepemilikan saham masyarakat di bawah 5% sebanyak 338,5 juta lembar. Total saham publik kini mencapai 1,18 miliar lembar saham.

Direktur Utama TRIN, Ishak Chandra, menjelaskan peningkatan porsi free float ini sejalan dengan pelepasan saham oleh dua pemegang saham pengendali. Mereka adalah PT Kunci Daud Indonesia (KDI) dan PT Intan Investama Internasional (III).

Data perusahaan menunjukkan porsi saham KDI menyusut dari 39,64% menjadi 35,79% per 15 Januari 2026. Pada periode yang sama, kepemilikan III juga turun dari 32,43% menjadi 27,28%. Secara total, porsi pengendali berkurang 9% menjadi 63,07%.

Dalam transaksi tersebut, saham dilepas pada harga Rp200 per lembar. Pembelinya adalah masyarakat serta dua entitas baru, yakni PT Raksasa Satya Devya (4%) dan PT Rada Saraswati Surya (1%).

Manajemen menegaskan kepemilikan kedua entitas tersebut masuk dalam kategori porsi publik. Meskipun porsi 5% saham itu terkait dengan Komisaris Utama TRIN, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, statusnya adalah kepemilikan tidak langsung.

“Kepemilikan saham oleh kedua entitas tersebut bersifat minoritas, tidak disertai hak atau ketentuan khusus, tidak terdapat pembatasan atas peredaran saham, serta tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap pengelolaan Perseroan,” tulis Ishak Chandra dalam surat jawaban kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (21/1/2026).

Hingga saat ini, belum ada realisasi penambahan saham terbaru dari Rahayu Saraswati selain transaksi yang dilaporkan pada 9 Januari 2026. Perseroan berjanji akan terus memberikan keterbukaan informasi jika terdapat perkembangan transaksi lanjutan.

Terkait susunan pengurus, PT Raksasa Satya Devya dipimpin oleh Rizky Emirdhani Utama sebagai Direktur Utama. Sementara PT Rada Saraswati Surya dipimpin oleh Philip Cahyono selaku Direktur. Rahayu Saraswati Djojohadikusumo sendiri tercatat sebagai pemegang saham di PT Rada Saraswati Surya.

Ishak Chandra juga menanggapi pergerakan harga saham TRIN yang mulai naik sejak Oktober 2025. Menurutnya, tidak ada indikasi kebocoran informasi internal terkait rencana masuknya Rahayu Saraswati sebagai mitra strategis dan Komisaris Utama.

“Kami mempercayai kenaikan harga saham Perseroan sebelum pelaksanaan RUPSLB dipandang sebagai respon pasar terhadap dinamika perdagangan dan sentimen pasar secara umum,” jelas Ishak.

Saat ini, TRIN sedang meninjau beberapa proyek baru yang dibawa oleh Rahayu Saraswati sebagai mitra strategis. Fokus pengembangan bisnis ke depan akan diarahkan pada penguatan struktur permodalan. Perseroan juga melirik sektor green development, logistics park, data center, hingga ultra-luxury hospitality.

Hingga kini, manajemen menyatakan tidak ada informasi atau kejadian penting lainnya yang dapat mempengaruhi harga saham selain yang telah disampaikan kepada publik. TRIN juga sedang menyiapkan kebijakan tertulis mengenai periode larangan transaksi (blackout period) bagi pihak internal untuk memperkuat tata kelola perusahaan.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Naik 0,55%, IHSG Sesi I ke 9.060,056 Berkat Saham-Saham Ini

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan saham...

Diversifikasi Bisnis, MPXL Dirikan Anak Usaha Bidang Perdagangan Bahan Bakar

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT MPX Logistic International Tbk (MPXL) melalui...

Rahayu Saraswati Perkuat TRIN, Bidik Green Property hingga Data Center

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN)...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru