back to top
Kamis, Januari 22, 2026
26 C
Jakarta

Rahayu Saraswati Perkuat TRIN, Bidik Green Property hingga Data Center

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN) membeberkan visi strategis Rahayu Saraswati Djojohadikusumo usai resmi menjadi bagian dari perseroan. Keterlibatan keponakan Presiden Prabowo Subianto itu, diharapkan mampu memperkuat struktur permodalan sekaligus mempertajam arah bisnis masa depan TRIN.

Direktur Utama TRIN, Ishak Chandra, menjelaskan keterlibatan putri dari Hashim Djojohadikusumo ini difokuskan pada kontribusi strategis. Fokus utamanya mencakup pengembangan portofolio bisnis baru.

“Penguatan visi dan optimalisasi potensi Ibu Rahayu difokuskan pada kontribusi strategis dalam membantu memperbaiki struktur permodalan dan penajaman arah pengembangan bisnis Perseroan,” ujar Ishak dalam tanggapan tertulisnya kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip Kamis (22/1/2026).

Sektor bisnis yang menjadi bidikan meliputi green development, logistics park, hingga data center. Selain itu, TRIN juga akan merambah segmen ultra-luxury hospitality. Strategi ini akan diperkuat melalui fungsi Rahayu Saraswati selaku Komisaris Utama dan mitra strategis perseroan.

Ishak menegaskan Rahayu Saraswati tidak memiliki bisnis properti lain di luar TRIN. Seluruh keterlibatannya dalam industri ini kini terpusat pada emiten berkode saham TRIN tersebut.

Terkait pergerakan harga saham, manajemen TRIN menilai kenaikan yang terjadi merupakan murni dinamika pasar. Harga saham TRIN mulai mengalami tren penguatan sejak Oktober 2025 di level Rp108 per saham. Perseroan membantah adanya kebocoran informasi internal terkait rencana masuknya Rahayu Saraswati sebelum pengumuman resmi.

“Kami mempercayai peningkatan harga saham Perseroan sebelum pelaksanaan RUPSLB dipandang sebagai respon pasar terhadap dinamika perdagangan dan sentimen pasar secara umum,” kata Ishak. Informasi mengenai bergabungnya Rahayu Saraswati baru disampaikan ke publik melalui ringkasan risalah RUPSLB pada 2 Desember 2025.

Berdasarkan proforma susunan pemegang saham per 16 Desember 2025, komposisi kepemilikan TRIN terdiri atas PT Kunci Daud Indonesia (36,34%) dan PT Intan Investama Internasional (29,73%). Pemegang saham lainnya adalah PT Panca Muara Jaya (5,82%), Masyarakat (25,32%), dan Saham Treasuri (2,80%).

Dalam rincian kepemilikan masyarakat tersebut, terdapat entitas vehicle investasi milik Rahayu Saraswati. Entitas tersebut adalah PT Raksasa Satya Devya (RSD) dengan porsi 4% dan PT Rada Saraswati Surya (RSS) sebesar 1%.

Manajemen menjelaskan kedua entitas ini masuk dalam kategori pemegang saham minoritas. RSD dan RSS tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap pengelolaan perseroan. RSD dipimpin oleh Rizky Emirdhani Utama selaku Direktur Utama, sementara RSS dipimpin oleh Philip Cahyono selaku Direktur.

Sebelumnya, BEI meminta penjelasan TRIN terkait peningkatan saham free float dari 13,59% pada November 2025 menjadi 22,26% per Desember 2025. Peningkatan ini dipicu oleh pelepasan saham oleh pengendali, yakni PT Kunci Daud Indonesia dan PT Intan Investama Internasional, kepada RSD, RSS, dan masyarakat umum untuk tujuan investasi.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Saham IFSH Disuspensi Usai Melejit 25%, Manajemen Buka-bukaan Soal Penyebabnya

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Manajemen PT Ifishdeco Tbk (IFSH) memberikan...

Naik 0,55%, IHSG Sesi I ke 9.060,056 Berkat Saham-Saham Ini

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan saham...

Diversifikasi Bisnis, MPXL Dirikan Anak Usaha Bidang Perdagangan Bahan Bakar

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT MPX Logistic International Tbk (MPXL) melalui...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru