STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah pada perdagangan Kamis (22/1/2026). Meski sempat dibuka menguat di level 9.052,168, IHSG berakhir turun 18,146 poin atau terkoreksi 0,20% ke posisi 8.992,183.
Data perdagangan menunjukkan sebanyak 331 saham mengalami penurunan harga. Sementara itu, 345 saham menguat dan 128 saham tidak bergerak atau stagnan. Investor asing mencatatkan aksi jual bersih (net foreign sell) senilai Rp964,14 miliar di pasar reguler.
Pelemahan ini terjadi di tengah tekanan jual pada saham-saham konglomerasi. Pergerakan indeks terutama dibatasi oleh saham BUMI, PTRO, dan DEWA. Padahal, sentimen global sempat membaik seiring meredanya ketegangan tarif antara Amerika Serikat (AS) dan Eropa.
Menurut Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda, RTA RSA AWP., pergerakan indeks masih dibayangi peluang pelemahan lanjutan. “Secara teknikal, IHSG masih berpotensi melemah terbatas dengan peluang menutup gap di area 8.945 dan resistance di 9.074,” ujarnya.
Pasar saat ini juga mencermati risiko geopolitik global yang belum sepenuhnya hilang. Hal tersebut tercermin dari harga emas yang masih bertahan di atas USD 4.900/ons. Selain itu, pelaku pasar menunggu keputusan suku bunga Bank of Japan (BoJ) dan rilis data M2 Money Supply Indonesia sebagai katalis arah selanjutnya.
Untuk perdagangan Jumat (23/1/2026), BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan saham-saham berikut:
- BUY STOCKPICK – HMSP (PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk)
Technical Summary:
Jika dilihat dari chart 1 jam, saham HMSP baru saja menembus level resistancenya pada 795 – 805. Saham ini berpotensi melanjutkan kenaikannya menuju resistance selanjutnya pada 840 – 860.
Sentimen Tambahan:
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membuka peluang penambahan lapisan (layer) cukai rokok melalui skema baru yang dikhususkan bagi rokok lokal. Nantinya, rokok ilegal akan masuk dalam tarif baru tersebut.
Trading Plan (Day Trade):
Buy: 800 – 815
R1: 840
R2: 860
SL < 790
2. BUY STOCKPICK – AADI (PT Adaro Andalan Indonesia Tbk)
Technical Summary:
Pada perdagangan terakhir, AADI mampu menembus level resistancenya pada 7750 dan membentuk pola InHS. Selama berada di atas 7750, maka ada potensi lanjutan penguatan menuju resistancenya di 8275 – 8650.
Sentimen Tambahan:
Selama sepekan terakhir, investor asing mencatatkan net buy sebesar Rp67,57 miliar di pasar reguler.
Trading Plan (Swing Trade):
Buy: 7750 – 7975
R1: 8275
R2: 8650
SL < 7600
3. BUY STOCKPICK – SRTG (PT Saratoga Investama Sedaya Tbk)
Technical Summary:
Pada perdagangan terakhir, saham SRTG mampu untuk pullback dan bertahan di atas level supportnya pada 1755 – 1820. Potensi penguatan cukup terbuka dengan target resistance pada level 2020 – 2150.
Sentimen Tambahan:
Kenaikan saham SRTG didorong oleh sentimen mengenai kenaikan portofolionya. Saham seperti ADRO dan AADI dalam beberapa perdagangan terakhir mengalami kenaikan signifikan.
Trading Plan (Swing Trade):
Buy: 1820 – 1900
R1: 2020
R2: 2150
SL < 1750
4. SELL STOCKPICK – FUTR (PT Futura Energi Global Tbk)
Technical Summary:
Pada perdagangan terakhir, FUTR kembali melemah signifikan dan menembus level support pentingnya pada 570. Waspadai potensi pelemahan lanjutan dengan support selanjutnya pada level 500 – 400.
Sentimen Tambahan:
Pengendali baru PT Futura Energi Global (FUTR), PT Aurora Dhana Nusantara (Ardhantara), mengumumkan tender offer wajib sebanyak 1,5 miliar (22,5%) saham dengan harga penawaran Rp79 per saham.
Trading Plan (SELL):
Last Price: 515
Next Support: 400 – 500
Disclaimer: Artikel ini disajikan sebagai informasi. Isinya tidak dimaksudkan untuk mengajak pembaca membeli atau menjual saham. Seluruh pandangan dan rekomendasi bersumber dari analis sekuritas. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor. Lakukan riset secara mandiri sebelum menentukan pilihan investasi.
