STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Lippo General Insurance Tbk (LPGI) mengumumkan pengalihan kepemilikan saham dalam skala besar di lingkup internal grup Hanwha. Langkah strategis ini melibatkan pengalihan 46,6% saham milik PT Hanwha Life Insurance Indonesia (HLII) kepada Hanwha General Insurance Co. Ltd (HGI).
Total saham yang dialihkan mencapai 1.398.000.000 lembar. Pasca transaksi tersebut, HLII masih menggenggam sisa kepemilikan saham di LPGI sebesar 12,86%.
Agus Benjamin, Presiden Direktur LPGI menjelaskan pengalihan saham ini dilakukan untuk memenuhi ketentuan Pasal 12 POJK Nomor 5 Tahun 2023. Peraturan ini mengatur tentang Kesehatan Keuangan Perusahaan Asuransi dan Perusahaan Reasuransi.
Meski terjadi perpindahan saham, LGI menegaskan tidak ada perubahan pengendali akhir. HLII dan HGI merupakan entitas di bawah kendali Hanwha Life Insurance Co. Ltd (Korea). Hal ini membuat transaksi tersebut tidak memicu kewajiban penawaran tender wajib (mandatory tender offer).
“Perseroan memasuki tahun 2026 dengan fokus pada penguatan ketangguhan bisnis, peningkatan profitabilitas, serta percepatan transformasi digital untuk menghadapi dinamika industri asuransi yang terus berkembang,” tulis Agus dalam surat tanggapannya kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip Jumat (23/1/2026).
Untuk mendukung pertumbuhan, LPGI mengusung tema strategis 2026 bertajuk “Resilience – The Second Chapter: Improve, Develop, Explore”. Strategi ini mencerminkan upaya berkelanjutan perusahaan dalam memperkuat fondasi bisnis melalui penguatan kapasitas internal, teknologi, dan manajemen risiko yang disiplin.
LPGI juga memaparkan aspirasi untuk mencapai pertumbuhan yang konsisten dan berkelanjutan. Saat ini, perusahaan telah mengantongi peringkat kredit AA+ dari Fitch Ratings dan peringkat A- dengan prospek positif dari AM Best. Hingga 31 Desember 2025, LGI tercatat memiliki total 512 karyawan dan tidak memiliki entitas anak.
Dalam rencana bisnisnya, perusahaan akan memprioritaskan lini asuransi kesehatan (Health), asuransi kredit (Credit), serta optimalisasi Korea Desk. LPGI juga mulai mengeskalasi penerapan Artificial Intelligence (AI) untuk layanan klaim, pemantauan risiko, dan tata kelola data sesuai arahan OJK.
“Tema strategis tahun 2026 mencerminkan kesinambungan upaya Perseroan dalam memperkuat fondasi bisnis. Filosofi ‘Coil Spring’ tetap menjadi pijakan utama,” jelas manajemen dalam dokumen tersebut.
Terkait detail latar belakang transaksi dan rincian kinerja keuangan per September 2025, manajemen LPGI telah mengajukan permohonan perpanjangan waktu kepada BEI. Perusahaan masih memerlukan koordinasi lebih lanjut dengan pemegang saham dan pemangku kepentingan terkait untuk memberikan jawaban komprehensif.
