back to top
Senin, Januari 26, 2026
27.8 C
Jakarta

LPS Surplus Rp33,8 Triliun Sepanjang 2025, Siap Masuk Fase “Great Leap” di 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menorehkan kinerja gemilang sepanjang tahun 2025. Total aset lembaga ini melonjak 13,6% dibandingkan tahun sebelumnya menjadi Rp276,2 triliun (unaudited).

LPS juga berhasil membukukan surplus sebesar Rp33,8 triliun pada 2025. Angka ini meningkat 13,8% secara tahunan. Sementara itu, Cadangan Penjaminan LPS turut tumbuh 13,3% menjadi Rp213,4 triliun.

Wakil Ketua Dewan Komisioner LPS Farid Azhar Nasution memaparkan seluruh bank di tanah air telah terlindungi. “Setiap bank di Indonesia, baik bank umum maupun BPR, tanpa terkecuali merupakan anggota program penjaminan LPS,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, dikutip Jumat (23/1/2026).

Farid menjelaskan, LPS terus berperan aktif menjaga stabilitas sistem keuangan nasional. Sejak berdiri hingga saat ini, LPS telah melakukan resolusi bank melalui likuidasi pada 1 bank umum, 130 BPR, dan 16 BPRS. Lembaga ini juga melakukan penempatan modal sementara pada 1 bank umum serta konversi modal (bail-in) pada 1 BPR.

Kecepatan layanan menjadi fokus utama LPS. Saat ini, proses pembayaran klaim kepada nasabah jauh lebih efisien.

“Dari waktu ke waktu, pembayaran klaim kepada nasabah penyimpan semakin cepat. Saat ini, rata-rata waktu pembayaran klaim pertama kali sejak bank dicabut izin usahanya sudah mencapai 5 hari kerja. Ini sudah jauh lebih cepat dari 5 tahun lalu yang memerlukan waktu hingga 14 hari kerja,” lanjut Farid.

LPS turut menyokong perekonomian nasional melalui kontribusi pajak sebesar Rp3 triliun pada 2025. Jumlah tersebut naik 15,3% dari tahun 2024. Selain itu, LPS melakukan pembelian SBN senilai Rp51,4 triliun atau naik 8,4% secara tahunan.

Melalui program LPS Peduli, lembaga ini menyalurkan bantuan tanggap bencana senilai Rp1,4 miliar. Bantuan ini termasuk untuk korban bencana banjir di Sumatera sebagai bentuk empati kepada masyarakat.

Memasuki tahun 2026, LPS menyiapkan sejumlah program strategis. Salah satunya akselerasi persiapan program penjaminan polis asuransi untuk implementasi tahun 2027. Program lainnya mencakup IT BPR serta peningkatan literasi keuangan guna menekan jumlah masyarakat yang belum memiliki rekening bank (unbanked).

Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu menegaskan optimisme lembaga menghadapi tahun depan. Ia menyebut 2026 sebagai momen transformasi besar bagi LPS.

“Tahun 2026 merupakan the Great Leap bagi LPS, kami akan menggunakan segenap sumber daya LPS untuk menjadi lembaga resolusi yang terdepan dan terpercaya di kawasan regional dalam melaksanakan penjaminan serta resolusi bank dan perusahaan asuransi guna turut serta memelihara stabilitas sistem keuangan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegas Anggito.

- Advertisement -

Artikel Terkait

LPS Pertahankan Tingkat Bunga Penjaminan, Berlaku Hingga Mei 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memutuskan untuk...

Bank Indonesia, Uang Beredar Tumbuh 9,6% Jadi Rp10.133,1 Triliun pada Desember 2025

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)  - Bank Indonesia (BI) mengumumkan bahwa likuiditas...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru