spot_img

Bank Indonesia Siap Beli SBN dari Pasar Sekunder pada 2025

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bank Indonesia (BI) akan melakukan pembelian Surat Berharga Negara (SBN) dari pasar sekunder pada tahun 2025. Hal itu dikemukakan Ramdan Denny Prakoso, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI.

Pembelian SBN dari pasar sekunder ini telah memperhitungkan kebutuhan permintaan likuiditas karena kenaikan uang primer, baik dalam bentuk uang kartal, rekening giro bank di BI, maupun Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) yang dipegang oleh penduduk bukan bank.

Dari sisi faktor-faktor yang berpengaruh terhadap perkembangan likuiditas, jumlah pembelian SBN dari pasar sekunder oleh BI tersebut juga mempertimbangkan perubahan likuiditas karena lalu lintas devisa dan operasi keuangan Pemerintah, kenaikan kebijakan insentif likuiditas makroprudensial (KLM), operasi moneter Rupiah dan valuta asing, serta SBN milik BI yang akan jatuh tempo selama tahun 2025.

“Operasi moneter pro-market BI juga akan terus dioptimalkan melalui instrumen moneter SRBI dengan menjadikan SBN sebagai underlying asset,” katanya dalam keterangan resmi, Jumat (27/12/2024).

Ramdan mengemukakan, Kementerian Keuangan dan BI bersepakat bahwa penerbitan SBN oleh Pemerintah dan pembelian SBN dari pasar sekunder oleh BI akan dilakukan dengan berdasar kepada prinsip-prinsip kebijakan fiskal dan moneter yang pruden serta tetap menjaga disiplin dan integritas pasar (market discipline and integrity).

Terkait hal ini, pembelian SBN dari pasar sekunder oleh BI akan dilakukan dari pelaku pasar dan melalui mekanisme pertukaran SBN secara bilateral (bilateral debt switch) dengan Pemerintah.

“Kementerian Keuangan dan BI berkomitmen bahwa penerbitan dan pembelian SBN dilakukan secara transparan, akuntabel, sesuai mekanisme pasar, dan dengan tata kelola yang kuat,” katanya. (*/yan)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Keyakinan Konsumen Mei 2026 Tetap Kuat, Indeks Bertahan di Level Optimistis

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Survei Konsumen Bank Indonesia (BI) pada...

Kewajiban Neto Investasi Internasional Indonesia Turun Jadi USD227,6 Miliar, Ini Penyebabnya

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Posisi Investasi Internasional (PII) Indonesia pada...

BI Ungkap 7 Langkah Jaga Rupiah, Perry Warjiyo: Cadangan Devisa Lebih dari Cukup

STOCKWATCH.ID.ID (JAKARTA) – Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo,...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru