STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Manajemen PT Arwana Citramulia Tbk (ARNA) menyampaikan bahwa, Perseroan telah merealisasikan pembelian kembali (buyback) sebanyak 20.387.900 lembar saham senilai Rp10,925 miliar.
Menurut Edy Suyanto, Direktur ARNA dalam laporan keterbukaan informasi, Senin 26 Januari 2026, periode buyback berlangsung sejak 24 Oktober 2025 sampai 23 Januari 2026. Sebelumnya, manajemen Perseroan mengalokasikan dana buyback saham ARNA sebesar Rp50 miliar. Buyback saham ARNA tersebut tidak melebihi 20% dari modal disetor dan paling sedikit 7,5% saham beredar.
Selama periode buyback, jelas Edy, perseroan telah membeli kembali saham sebanyak 20.387.900 senilai Rp Rp10,92 miliar, tidak termasuk biaya transaksi. “Sehingga, sisa dana buyback saham ARNA sebesar Rp39,07 miliar,” katanya.
Harga saham ARNA pada perdagangan di BEI, Senin 26 Januari 2026 ditutup di level Rp535, tidak berubah dibanding penutupan sehari sebelumnya. Pada periode perdagangan 23 Desember 2025 sampai dengan 26 januari 2026, harga saham ARNA naik 1,9% dari Rp525 per unit menjadi Rp535 per unit.
Berdasarkan laporan keterbukaan informasi yang disampaikan ke BEI, Kamis 23 Oktober 2025, Manajemen Perseroan mengatakan, pihaknya telah mengalokasikan dana sebesar Rp50 miliar untuk melakukan buyback saham di BEI. Manajemen meyakini, pembelian saham BEI akan membuat harga saham ARNA lebih stabil dan berdampak positif bagi para pemegang saham Perseroan.
Menurut manajemen ARNA, harga saham yang stabil akan memberikan nilai positif dan kepercayaan bagi para pemegang saham dan menumbuhkan kepercayaan kepada para pihak yang berkontribusi kepada Perseroan. (konrad)
