back to top

Harga Bergerak Tak Wajar, LAJU dan Tiga Saham Ini Masuk Pantauan Khusus BEI! Investor Diminta Waspada

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memasukkan empat saham emiten ke dalam radar pantauan khusus. Keempatnya adalah PT Jasnita Telekomindo Tbk (JAST), PT Jasa Berdikari Logistics Tbk (LAJU), PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA), dan PT Cipta Perdana Lancar Tbk (PART). Langkah ini diambil otoritas bursa karena adanya aktivitas transaksi dan peningkatan harga di luar kebiasaan atau Unusual Market Activity (UMA).

Yulianto Aji Sadono, Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, menyampaikan pengumuman ini dalam keterbukaan informasi, Rabu (28/1/2026). Otoritas bursa sedang mencermati perkembangan pola transaksi pada keempat saham tersebut. Langkah pengawasan ini bertujuan memberikan perlindungan maksimal bagi para investor di pasar modal.

Bursa mencatat aktivitas saham JAST bergerak di luar kebiasaan. Informasi terakhir dari perseroan adalah laporan bulanan registrasi pemegang efek pada 8 Januari 2026. Sementara itu, saham LAJU mengalami peningkatan harga signifikan. Perusahaan logistik ini terakhir kali menyampaikan laporan penggunaan dana hasil penawaran umum pada 14 Januari 2026.

Saham ALKA juga masuk radar otoritas akibat lonjakan harga tidak wajar. Perseroan terakhir kali mempublikasikan laporan bulanan registrasi pemegang efek pada 5 Januari 2026. Terakhir, saham PART menunjukkan indikasi pola transaksi tidak wajar. Emiten ini baru saja menyampaikan informasi perihal perolehan fasilitas pinjaman dan penjaminan aset kepada PT Bank Central Asia Tbk pada 26 Januari 2026.

Yulianto Aji Sadono menjelaskan status pengawasan ini secara umum untuk seluruh saham tersebut. Ia meminta investor untuk tetap berhati-hati dalam mengambil keputusan.

“Dalam rangka perlindungan Investor, dengan ini kami menginformasikan telah terjadi peningkatan aktivitas saham… yang di luar kebiasaan (Unusual Market Activity). Pengumuman Unusual Market Activity (UMA) tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal,” tegas Yulianto.

Oleh karena itu, otoritas bursa meminta para investor untuk memperhatikan jawaban perusahaan atas permintaan konfirmasi bursa. Pelaku pasar juga harus mencermati kinerja perusahaan serta keterbukaan informasinya. Segala kemungkinan risiko yang dapat timbul di kemudian hari wajib dipertimbangkan sebelum mengambil keputusan investasi.

Selain itu, investor diharapkan mengkaji kembali rencana aksi korporasi perseroan. Terutama jika rencana tersebut belum mendapatkan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). BEI terus melakukan pemantauan ketat agar perdagangan berjalan teratur dan efisien.

Harga Saham

Saham JAST berakhir di level Rp132. Harga turun 17 poin atau 11,41% dari penutupan sebelumnya di Rp149. Saham ini dibuka di Rp167, sempat menyentuh Rp188, lalu turun hingga Rp131. Volume perdagangan mencapai 1,48 miliar saham. Sepanjang tahun berjalan, JAST bergerak di rentang Rp100 hingga Rp149. Dalam 52 minggu terakhir, harga terendah Rp50 dan tertinggi Rp188. Kapitalisasi pasar tercatat sekitar Rp142,9 miliar.

Saham LAJU melonjak ke Rp120. Harga naik 31 poin atau 34,83% dibanding penutupan sebelumnya di Rp89. Saham dibuka di Rp89, bergerak di kisaran Rp87 hingga Rp120. Volume transaksi mencapai 1,25 miliar saham. Sepanjang tahun berjalan, harga terendah Rp75 dan tertinggi Rp120. Dalam 52 minggu, saham ini bergerak di rentang Rp50 sampai Rp129. Kapitalisasi pasar sekitar Rp258 miliar.

Saham ALKA juga mencatat penguatan signifikan. Harga ditutup di Rp785, naik 155 poin atau 24,60% dari posisi sebelumnya di Rp630. Saham dibuka di Rp695 dan bergerak di rentang Rp635 hingga Rp785. Volume perdagangan tercatat 4,86 juta saham. Sepanjang tahun berjalan, harga terendah Rp362 dan tertinggi Rp785. Dalam 52 minggu terakhir, ALKA bergerak di kisaran Rp264 sampai Rp785.

Sementara itu, saham PART bergerak tipis. Harga ditutup di Rp124, naik 1 poin atau 0,81% dari Rp123. Saham dibuka di Rp123, dengan pergerakan harian di rentang Rp118 hingga Rp128. Volume perdagangan mencapai 46,9 juta saham. Sepanjang tahun berjalan, harga terendah Rp109 dan tertinggi Rp124. Dalam 52 minggu, saham ini bergerak di kisaran Rp66 sampai Rp152. Kapitalisasi pasar tercatat sekitar Rp340 miliar hingga Rp398,5 miliar.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Ashmore Management (AMOR) Akhiri Buyback Saham Lebih Dini di BEI, Mengapa

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Manajamen  PT Ashmore Asset Management Indonesia Tbk (AMOR)  mengumumkan,...

BEI Jawab Kekhawatiran MSCI, Komitmen Perkuat Transparansi dan Kredibilitas Pasar Modal

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bereaksi...

IHSG Sesi I Ambruk 7,34% ke 8.321,218, Saham TLKM, BUMI, DEWA, RAJA dan AMMN Anjlok Lebih dari 10%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan saham...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru