back to top

MSCI Ubah Cara Hitung Free Float, Bos BEI Minta Indonesia Diperlakukan Setara

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah menjalin komunikasi intensif dengan penyedia indeks global, Morgan Stanley Capital International (MSCI). Ini terkait rencana perubahan metodologi penghitungan saham beredar atau free float. Direktur Utama BEI, Iman Rachman, menegaskan pihaknya meminta perlakuan yang sama (equal treatment) bagi pasar modal Indonesia dibandingkan bursa negara lain.

MSCI diketahui telah melakukan konsultasi kepada seluruh konstituen sejak akhir tahun lalu. Mereka mengajukan proposal untuk mengeluarkan kategori korporasi dan pihak lainnya dalam perhitungan free float.

Iman menjelaskan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), BEI, dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) secara langsung berdiskusi dengan MSCI mengenai usulan tersebut. Fokus utama regulator adalah memastikan kebijakan ini tidak hanya diberlakukan secara spesifik di Indonesia.

“Keberatan kami yang pertama adalah pengenaan proposal mereka itu tidak berlaku di bursa yang lain. Jadi kita minta equal treatment sebenarnya sebagai bagian daripada konstituen daripada indeks ini,” ujar Iman di Jakarta, Rabu (28/1/2026).

Awalnya, MSCI berencana menggunakan data dari KSEI. Namun, data KSEI saat itu masih mencampurkan antara kepemilikan saham di bawah 5% dan di atas 5%.

Kondisi ini sempat menjadi perhatian serius bagi regulator. Iman mengungkapkan, data yang dibutuhkan MSCI selama ini tersebar di beberapa tempat, mulai dari KSEI, Bursa, hingga informasi dari emiten.

“Mereka merasa kesulitan karena datanya scattered. Jadi datanya itu tidak di satu tempat. Ada di KSEI, ada di Bursa, ada di informasi emiten,” kata Iman.

BEI membantah kabar yang menyebut pihaknya enggan mengikuti standar MSCI. Sebaliknya, SRO (Self-Regulatory Organization) dan OJK justru membantu MSCI mendapatkan data yang lebih akurat. Tujuannya agar MSCI tidak salah dalam mengambil keputusan hanya berdasarkan data yang belum terpilah.

“Poinnya bukan kita tidak mengikuti mereka, tetapi memang kita membantu mereka sehingga mereka merasa SRO dan OJK support serta memudahkan mereka mencari,” jelasnya.

Iman menambahkan, diskusi mengenai penyediaan data ini sudah berlangsung sejak dua bulan lalu. Proses ini terus berjalan sebagai bentuk dukungan bursa terhadap transparansi data pasar modal.

Meski BEI memfasilitasi kebutuhan data, Iman menegaskan keputusan akhir tetap berada di tangan MSCI. Pihak bursa hanya sebatas menyediakan informasi yang dibutuhkan sesuai dengan kewenangan yang ada.

“Kecukupan atau tidaknya bukan kewenangan kami, itu mereka yang punya kewenangan. Ketika kami diskusi, bursa bisanya kasih apa, mereka lihat. Nah, itulah keputusan mereka ketika mereka komit,” tutup Iman.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Medco Targetkan Produksi 170 Ribu Barel Minyak per Hari pada 2026, Tertinggi Sepanjang  Sejarah

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Manajemen PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC)...

BEI Lepas Gembok 5 Saham Ini Mulai Besok, Ada IFSH Hingga LMPI

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka kembali...

IHSG Anjlok Lebih dari 7%, Gema Goeyardi Minta Investor Tak Panik dan Lirik Saham Bank

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Pasar modal Indonesia kembali mengalami guncangan...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru