STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Manajemen PT Kokoh Exa Nusantara Tbk (KOCI) membidik pendapatan bersih tumbuh 20% pada tahun 2026. Target ini didukung oleh prospek pertumbuhan ekonomi nasional dan permintaan hunian tahun ini.
Berdasarkan materi paparan publik insidentil yang disampaikan oleh Perseroan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin 02 Februari 2026, Manajemen KOCI berencana mengoptimalkan program KMP (Konsumen Membantu Konsumen). Program ini diyakini mampu mendorong penjualan perumahan perseroan pada tahun ini.
Selain itu, Manajemen Perseroan juga akan lebih proaktif melakukan kerjasama dengan perbankan dalam melakukan sosialisasi program kepemilikan rumah ke karyawan perusahaan maupun instansi. Kerja sama dengan bank ini dinilai cukup efektif dalam memperkenalkan atau memasarkan produk perumahan KOCI.
Sementara hingga kuartal III 2025, KOCI membukukan pendapatan sebesar Rp48,10 miliar, turun 19,34% dari Rp59,64 miliar pada periode sama 2024. Penurunan pendapatan ini disebabkan antara lain oleh turunnya penjualan unit non subsidi. Adapun laba bersih Perseroan turun 23% menjadi Rp13,7 miliar pada kuartal III 2025 jika dibandingkan Rp17,8 miliar pada kuartal III 2024.
Total aset KOCI per 30 September 2025 sebesar Rp143,28 miliar, naik 1,44% dari Rp141,25 miliar per Desember 2024. Adapun jumlah liabilitas dan ekuitas KOCI per September 2025, masing-masing Rp13,57 miliar dan Rp129,70 miliar.
Sekedar informasi, KOCI merupakan perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia yang bergerak di bidang Properti & Real Estate, khususnya sub-industri Pengembang & Operator Real Estat. Perusahaan ini didirikan pada tahun 2019 di Bangkalan, Jawa Timur dan melakukan initial public offering atau IPO tahun 2023.
KOCI fokus pada pengembangan perumahan dan konstruksi bangunan residensial. Proyek unggulan adalah Kokoh City, sebuah kawasan perumahan di Kabupaten Bangkalan yang menargetkan segmen menengah ke bawah. Mayoritas produk rumah yang dikembangkan ditujukan untuk pasar affordable housing. (konrad)
