STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah pada perdagangan saham, Kamis (05/2/2026). Indeks turun 42,837 poin atau terkoreksi 0,53% ke level 8.103,879, dari penutupan Rabu (04/2/2026) di level 8.146,717.
Data perdagangan menunjukkan sebanyak 349 saham mengalami penurunan harga. Sementara itu, 299 saham naik dan 172 saham tidak bergerak atau stagnan. Investor asing mencatatkan aksi jual bersih (net foreign sell) senilai Rp355 miliar di pasar reguler.
Menurut Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda, pergerakan indeks masih cenderung terbatas. Pasar saat ini sedang menunggu perkembangan terkini mengenai free float dan permintaan dari MSCI. Sentimen negatif juga datang dari revisi prospek surat utang Indonesia oleh lembaga pemeringkat internasional.
“Moody’s menurunkan outlook kredit Indonesia dari stable ke negative, namun rating tetap di level Baa2 (investment grade),” ujar Reza.
Reza memproyeksikan IHSG masih berisiko melemah terbatas di akhir pekan ini. Area support indeks berada pada rentang 8.000 hingga 8.050. Untuk area resistance, ia memprediksi berada di level 8.150 sampai 8.210.
Sentimen pasar turut dipengaruhi oleh kondisi pasar global dan komoditas yang kompak memerah. Indeks Dow Jones ditutup melemah 1,20%, S&P 500 turun 1,23%, dan Nasdaq merosot 1,59%. Harga emas juga terkoreksi tajam 3,23%, disusul minyak mentah yang turun 3,13% dan nikel melemah 1,47%.
Dari sisi korporasi, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mencatatkan laba bersih konsolidasi Rp56,3 triliun sepanjang 2025. Angka ini tumbuh 0,93% secara tahunan (YoY). Di sisi lain, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) membidik pembiayaan 60.000 rumah subsidi pada 2026 untuk mendukung program 3 juta rumah pemerintah.
Untuk perdagangan Jumat (6/2/2026), BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan saham-saham berikut:
1. BUY STOCKPICK – ASII (PT Astra International Tbk)
Technical Summary:
Pergerakan saham ASII mampu untuk menembus level resistancenya pada 6.900. Jika harga bertahan di atas level tersebut, terdapat potensi untuk lanjutan penguatan dengan target resistance selanjutnya pada 7.200 – 7.475.
Sentimen Tambahan:
Pameran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) kembali berlangsung tahun ini di JIExpo Kemayoran mulai 5 Februari hingga 15 Februari 2026. Ajang ini ditargetkan memiliki nilai transaksi menembus lebih dari Rp8 triliun.
Trading Plan (Swing Trade):
Buy: 6.900 – 6.950
R1: 7.200
R2: 7.475
SL < 6.800
2. BUY STOCKPICK – BRIS (PT Bank Syariah Indonesia Tbk)
Technical Summary:
Pergerakan saham BRIS memiliki pola double bottom dan saat ini sedang pullback. Selama berada di atas neckline-nya pada 2.290 – 2.350, maka ada potensi reversal menuju resistancenya pada 2.490 – 2.580.
Sentimen Tambahan:
PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk. (BRIS) resmi menjadi badan usaha milik negara (BUMN). Status ini menempatkan perusahaan sejajar dengan bank himpunan bank milik negara lainnya (Himbara).
Trading Plan (Swing Trade):
Buy: 2.350 – 2.400
R1: 2.490
R2: 2.580
SL < 2.200
3. BUY STOCKPICK – TUGU (Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk)
Technical Summary:
Pergerakan saham TUGU masih dalam trend yang bullish dan mampu rebound dari garis MA200-nya. Jika resistance pada 1.255 kembali tertembus, peluang lanjutan penguatan menuju 1.280 – 1.310 terbuka.
Sentimen Tambahan:
Premi bruto TUGU tumbuh 13,02% menjadi Rp6,01 triliun hingga Desember 2025.
Trading Plan (Day Trade):
Buy: On Breakout 1.255
R1: 1.280
R2: 1.310
SL < 1.220
4. SELL STOCKPICK – PIPA (Multi Makmur Lemindo Tbk)
Technical Summary:
Pergerakan saham PIPA cenderung tertekan beberapa hari ini dan kembali breakdown dari level supportnya pada 194. Waspadai potensi lanjutan pelemahan hingga support selanjutnya pada 115.
Sentimen Tambahan:
Penyidik menemukan fakta PIPA sejatinya tidak layak melantai di BEI. Valuasi aset perusahaan ditemukan tidak memenuhi persyaratan pencatatan saham.
Trading Plan (SELL):
Last Price: 154
Next Support: 115
Disclaimer: Artikel ini disajikan sebagai informasi. Isinya tidak dimaksudkan untuk mengajak pembaca membeli atau menjual saham. Seluruh pandangan dan rekomendasi bersumber dari analis sekuritas. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor. Lakukan riset secara mandiri sebelum menentukan pilihan investasi.
