STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup menguat pada akhir perdagangan Jumat (6/2/2026) waktu setempat. Pergerakan positif ini menutup pekan yang dipenuhi oleh rilis laporan keuangan berbagai perusahaan besar. Indeks saham di kawasan tersebut berhasil bangkit setelah sempat melemah pada sesi pagi.
Mengutip CNBC International, indeks Stoxx Europe 600 yang berisi saham-saham utama di Eropa berakhir naik 0,89% ke posisi 617,12. Hampir seluruh bursa utama di kawasan tersebut mendarat di zona hijau. Indeks CAC 40 Perancis naik 0,43% ke level 8.273,84. FTSE MIB Italia menguat tipis 0,13% ke posisi 45.877,20.
Indeks FTSE 100 Inggris naik 0,59% ke level 10.369,75. DAX Jerman tumbuh 0,94% ke posisi 24.721,46. Sementara itu, IBEX 35 Spanyol meningkat 1,11% ke level 17.943,30.
Harga saham sepanjang pekan ini sangat dipengaruhi laporan keuangan emiten raksasa. Perusahaan farmasi Novo Nordisk, raksasa minyak Shell, hingga sejumlah bank besar telah merilis kinerja mereka. Investor merespons beragam hasil capaian perusahaan-perusahaan tersebut.
Sektor otomotif mengalami tekanan cukup berat. Saham Stellantis yang tercatat di bursa Milan anjlok 24%. Penurunan ini terjadi setelah perusahaan mengumumkan penataan ulang bisnis senilai USD 26 miliar. Saham otomotif Perancis seperti Valeo, Forvia, dan Renault juga ikut merosot.
Sentimen positif datang dari pengembang angin lepas pantai asal Denmark, Orsted. Sahamnya melonjak lebih dari 3% menyusul pendapatan kuartal keempat yang tumbuh 9,8%. Perusahaan membukukan laba bersih tahunan sebesar 3,2 miliar krone.
Di sisi lain, saham Societe Generale justru turun sekitar 2%. Bank asal Perancis ini baru saja merilis laporan keuangan kuartal keempat mereka. Investor memberikan reaksi negatif terhadap hasil tersebut.
Kabar dari sektor pertambangan juga menarik perhatian pasar. Raksasa tambang Rio Tinto dan Glencore mengonfirmasi batalnya rencana penggabungan usaha (merger). Padahal, aksi korporasi ini berpotensi menciptakan perusahaan pertambangan terbesar di dunia.
Pihak manajemen Glencore memberikan pernyataan resmi terkait kegagalan tersebut. Mereka menyebut adanya ketidaksepakatan dalam poin-poin kerja sama.
“Para pihak tidak dapat mencapai kesepakatan mengenai persyaratan kombinasi tersebut,” ungkap Glencore dalam sebuah pernyataan.
Glencore merasa penawaran yang diajukan pihak Rio Tinto tidak menguntungkan posisi mereka. Hal ini terutama terkait pembagian peran pimpinan dan nilai kepemilikan perusahaan gabungan nantinya.
“Ketentuan utama dari penawaran potensial tersebut adalah Rio Tinto mempertahankan peran Ketua dan Chief Executive Officer serta memberikan kepemilikan proforma dari perusahaan gabungan yang, dalam pandangan kami, secara signifikan meremehkan kontribusi nilai relatif yang mendasari Glencore terhadap grup gabungan, bahkan sebelum mempertimbangkan premi pengendalian akuisisi yang sesuai,” tambah Glencore.
Dari sisi kebijakan moneter, Bank of England dan Bank Sentral Eropa tetap mempertahankan suku bunga mereka. Fokus pasar di Inggris juga tertuju pada tekanan politik yang dihadapi Perdana Menteri Keir Starmer. Hal ini terkait isu penunjukan Peter Mandelson sebagai Duta Besar untuk Amerika Serikat.
Sementara itu, pasar obligasi pemerintah Inggris atau gilt tidak menunjukkan banyak perubahan. Mata uang poundsterling Inggris terpantau menguat 0,6% terhadap USD pada perdagangan Jumat pagi.
