back to top

Bursa Eropa Kompak Menguat, Saham NatWest Anjlok 9%Usai Akuisisi USD 3,7 Miliar

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa kompak menguat pada akhir perdagangan Senin (9/2/2026) waktu setempat. Penguatan ini dipimpin oleh lonjakan signifikan pada bursa saham Italia dan Spanyol.

Mengutip CNBC International, indeks Stoxx Europe 600 yang berisi saham-saham utama di Eropa berakhir naik 4,29 poin atau 0,7%. Indeks lintas kawasan ini berakhir di posisi Rp 621,41.

Indeks FTSE MIB Italia mencatatkan kenaikan paling tajam. Indeks tersebut melonjak 945,61 poin atau 2,06% ke posisi Rp 46.822,81.

Kenaikan signifikan juga diikuti oleh indeks IBEX 35 Spanyol. Indeks ini naik 251,8 poin atau 1,4% menjadi Rp 18.195,1.

Indeks DAX Jerman menunjukkan performa kuat dengan kenaikan 293,41 poin atau 1,19%. Indeks utama Jerman ini parkir di level Rp 25.014,87.

Bursa saham Portugal melalui indeks PSI20 naik 100,87 poin atau 1,13% ke posisi Rp 8.991,17. Sementara indeks BEL 20 Belgia terangkat 59,1 poin atau 1,07% menjadi Rp 5.576,62.

Indeks CAC Perancis menguat 49,44 poin atau 0,6% ke level Rp 8.323,28. Di London, indeks FTSE 100 naik tipis 16,48 poin atau 0,16% dan berakhir di posisi Rp 10.386,23.

Bursa saham di wilayah Nordik juga menunjukkan tren positif. Indeks OMXC 25 Denmark naik 0,8%. Indeks OMXS30 Swedia menguat 0,52% ke posisi Rp 3.136,558.

Indeks HEX Finlandia tumbuh 0,44% menjadi Rp 12.827,55. Indeks AEX Belanda naik 0,37% ke level Rp 999,03. Terakhir, indeks SMI Swiss menguat 0,11% ke posisi Rp 13.517,73.

NatWest Akuisisi Evelyn Partners

Perhatian investor tertuju pada aksi korporasi besar di sektor perbankan Inggris. Bank raksasa NatWest mengumumkan kesepakatan akuisisi terhadap Evelyn Partners, salah satu manajer kekayaan terbesar di Inggris.

Saham NatWest ditutup merosot tajam hampir 9% pada perdagangan hari ini. Padahal, sepanjang tahun 2025, saham bank tersebut telah melonjak sebesar 62%. Sejauh tahun ini berjalan, pertumbuhan saham NatWest tercatat hanya sebesar 1,2%.

Nilai transaksi akuisisi ini mencapai 2,7 miliar poundsterling atau setara USD 3,7 miliar. Langkah besar ini akan menggabungkan bank swasta tersebut dengan salah satu pengelola kekayaan utama di Inggris. NatWest menargetkan penguatan layanan di tengah persaingan pasar yang ketat.

Melalui kesepakatan ini, NatWest akan menggandakan total aset kelolaannya menjadi 127 miliar poundsterling. Angka ini naik signifikan dari posisi sebelumnya sebesar 59 miliar poundsterling. Perusahaan berupaya meningkatkan bisnis berbasis biaya untuk menjaga stabilitas pendapatan.

Strategi ini bertujuan mengimbangi penurunan pendapatan bunga akibat tren penurunan suku bunga bank sentral. Sektor perbankan Eropa memang diprediksi akan marak dengan aksi merger dan akuisisi (M&A) sepanjang tahun 2026. Hal ini didorong oleh pertumbuhan organik yang kuat dan kelebihan modal para pemberi pinjaman pada tahun lalu.

CEO NatWest Group, Paul Thwaite, menyatakan penggabungan ini akan memberikan kekuatan baru bagi perusahaan. Ia optimis terhadap potensi pasar pengelolaan kekayaan di Inggris ke depan.

“Transaksi ini menciptakan bisnis Perbankan Swasta dan Manajemen Kekayaan terkemuka di Inggris, memberikan skala dan kapabilitas yang dibutuhkan untuk sukses di pasar dengan potensi pertumbuhan yang signifikan,” ujar Thwaite dalam keterangan resminya.

CEO Evelyn Partners, Paul Geddes, menambahkan kesepakatan ini menjadi tonggak sejarah bagi perusahaannya. Ia menyebut kerja sama ini sebagai sebuah “babak baru yang menarik” bagi manajer kekayaan tersebut.

Laporan Sky News menyebut NatWest berhasil mengalahkan penawaran dari bank pesaing, Barclays. Proses akuisisi ini melibatkan Evelyn Partners yang sebelumnya dikenal sebagai Tilney Smith & Williamson. Perusahaan ini menawarkan layanan perencanaan keuangan hingga manajemen investasi diskresioner.

Saat ini, Evelyn Partners dimiliki oleh perusahaan ekuitas swasta Permira dan Warburg Pincus. Transaksi ini diharapkan selesai pada musim panas mendatang. Meski demikian, penyelesaian proses tersebut masih menunggu persetujuan dari pihak regulator.

NatWest akan mendanai akuisisi ini menggunakan sumber daya internal perusahaan. Langkah ini diprediksi akan mengurangi modal inti perusahaan sebesar 1,3%. NatWest dijadwalkan merilis hasil kinerja kuartal keempat serta pembaruan strategi pada hari Jumat mendatang.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Wall Street Kembali Perkasa, Indeks Dow Jones Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Masa

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau...

Nikkei Cetak Sejarah Tembus 57.000, Kemenangan Sanae Takaichi Terbangkan Bursa Asia

STOCKWATCH.ID (TOKYO) – Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik kompak...

Rekor Bersejarah! Dow Jones Tembus Level 50.000 Saat Wall Street Melaju Kencang

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru