STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Emiten di bidang jasa trasportasi lau, PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk ELPI) mencatat laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp213,30 miliar (Rp28,78 per saham) pada 2025, turun 15,48% dari Rp252,37 miliar (Rp34,05 per saham) pada tahun 2024.
Berdasarkan laporan keuangan Perseroan per 31 Desember 2025 yang dipublikasikan Rabu, 11 Februari 2026, pendapatan bersih ELPI merosot 15,88% menjadi Rp1,01 triliun pada tahun 2025, dari Rp1,21 triliun pada tahun 2024.
Penurunan pendapatan terbesar dari jasa sewa kapal ke pihak ketiga yakni sebesar 16,23% menjadi Rp561,17 miliar pada 2025, dari Rp669,93 miliar tahun 2024. Sementara muatan apung dan pengangkutan turun 29,23%,dari Rp484,23 miliar pada 2024, menjadi Rp342,69 miliar pada tahun 2025.
Penurunan pendapatan disertai berkurangnya beban pokok pendapatan (BPP) ELPI sebesar 13,37% dari Rp889,19 miliar, menjadi Rp770,22 miliar pada tahun 2025. Meski beban pokok berkurang, laba kotor Perseroan anjlok 22,94% menjadi Rp243,52 miliar pada 2025, dibanding Rp316,02 miliar pada tahun 2024.
Dari sisi neraca keuangan, Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari (ELPI) memiliki total aset sebesar Rp3,36 triliun per 31 Desember 2025, naik 27,15% dari Rp2,64 triliun per Desember 2024. Jumlah liabilitas dan ekuitas emiten jasa transportasi laut ini per Desember 2025, masing-masing Rp664,03 milar dan Rp2,7 triliun. (konrad)
