STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO) resmi meluncurkan program Friday Mubarak 2026. Inisiatif ini bertujuan memperkuat konsumsi domestik menjelang momen Ramadan dan Idulfitri.
Program Friday Mubarak 2026 berlangsung mulai 11 Februari hingga 31 Maret 2026. Sebanyak 200 perusahaan ritel anggota APRINDO di seluruh Indonesia ikut terlibat dalam gerakan besar ini.
Nilai transaksi ritel secara nasional selama periode program ditargetkan mencapai Rp119 triliun. Angka fantastis ini diharapkan menjadi dorongan nyata bagi ekonomi nasional pada kuartal pertama 2026.
Sektor ritel memegang peran penting sebagai penjaga stabilitas harga di tingkat konsumen. Pemerintah sendiri mematok target pertumbuhan ekonomi nasional sekitar 5,4% untuk tahun 2026.
Ketua Umum APRINDO, Solihin menjelaskan tujuan besar di balik program ini. Ia menyampaikan pesan tersebut saat acara Kick-Off di Lotte Mart, Kuningan City Mall, Jakarta.
“Friday Mubarak 2026 kami posisikan bukan hanya sebagai program promosi, tetapi sebagai gerakan bersama untuk memperkuat konsumsi domestik dan menjaga stabilitas harga menjelang Ramadan dan Idulfitri. Dengan keterlibatan sekitar 200 perusahaan ritel anggota APRINDO, dukungan pusat perbelanjaan, serta kolaborasi dengan pasar rakyat di berbagai daerah, kami ingin memastikan masyarakat mendapatkan akses belanja yang terjangkau, pasokan yang aman, and harga yang stabil,” ujarnya, di Jakarta, Jumat (13/2/2026).
Program ini juga menggandeng ratusan pusat perbelanjaan dan ribuan pasar rakyat. Tujuannya agar manfaat promo dapat dirasakan merata oleh seluruh lapisan masyarakat.
Berbagai penawaran menarik telah disiapkan bagi konsumen. Mulai dari promo harga kebutuhan pokok, diskon tambahan, paket bundling produk, hingga program cashback.
Lotte Mart sebagai salah satu tuan rumah menghadirkan inisiatif khusus di seluruh jaringan gerainya. Mereka memastikan kesiapan operasional dan stok barang untuk memberikan nilai tambah bagi pelanggan.
Solihin menegaskan pentingnya angka target transaksi yang dicanangkan. Ia optimis sektor ritel mampu menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi.
“Target capaian transaksi nasional hingga Rp119 triliun pada penutup program diharapkan menjadi dorongan nyata bagi konsumsi domestik dan optimisme pelaku usaha. Angka ini bukan sekadar nilai transaksi, tetapi simbol kolaborasi dan kepercayaan bahwa sektor ritel mampu menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi Indonesia,” tegas Dr. H. Solihin.
Inisiatif ini dikoordinasikan langsung oleh pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Kementerian Perdagangan. Sinergi ini diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamika ekonomi global yang tidak pasti.
