STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Tahun 2026 telah tiba. Kalender Tiongkok menandainya sebagai tahun Kuda Api atau Bing Wu. Sebuah periode yang menjanjikan energi besar, gerak cepat, namun menyimpan risiko ketidakstabilan tinggi.
Founder Feng Shui Consulting Indonesia, Yulius Fang, membedah peta investasi tahun ini. Ia hadir dalam acara Market Outlook 2026 bertajuk “Strategi Kuda Api: Siap Melaju, Menerjang Peluang Baru”. Agenda ini digelar oleh BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) di Jakarta, Jumat (13/2/2026).
Yulius mengingatkan para investor untuk ekstra waspada. Tahun Kuda Api identik dengan sesuatu yang terlihat hebat di luar. Namun, bagian dalamnya sering kali kosong atau rapuh.
Emas: Primadona di Tengah Kelangkaan
Emas dan perak diprediksi menjadi instrumen paling bersinar tahun ini. Dalam teori lima elemen, api yang membakar logam menciptakan kelangkaan stok. Hal ini memicu lonjakan harga komoditas logam mulia.
Kondisi lapangan mulai menunjukkan tanda-tanda tersebut. Stok fisik emas di pasar sering kali habis atau out of stock. Investor disarankan mencari alternatif jika kesulitan mendapat emas fisik.
“Emas masih bisa berkilau di tahun ini,” ujar Yulius Fang.
Membeli saham perusahaan tambang emas menjadi salah satu opsi cerdas. Aplikasi investasi digital milik perbankan bisa menjadi sarana pendukung. Strategi pembelian sebaiknya dilakukan secara bertahap atau averaging.
Saham dan Kripto: Borong Saat Diskon
Pasar saham dan kripto diprediksi mengalami guncangan pada semester pertama 2026. Koreksi harga ini jangan dipandang sebagai ancaman. Ini adalah kesempatan emas untuk belanja aset dengan harga murah.
Yulius melihat sinyal penguatan atau bullish baru terasa pada semester kedua. Energi Kuda Api dipercaya akan menggerakkan pasar modal secara masif. Dampaknya terasa mulai dari bursa Amerika Serikat hingga Indonesia.
“Energi api akan menggerakkan saham dengan sangat hebat impact-nya,” kata Yulius Fang.
Saham sektor perbankan seperti BBCA, BBRI, dan BMRI tetap menarik. Meskipun suku bunga belum turun signifikan, investor bisa mengandalkan keuntungan dari dividen. Fokuslah pada investasi jangka menengah hingga panjang, minimal lima tahun.
Waspada Tipu Daya Teknologi
Hati-hati dengan tawaran investasi yang terdengar terlalu indah. Tahun Kuda Api disebut sebagai tahun penuh tipu-tipu. Penipuan berbasis Artificial Intelligence (AI), phishing, dan scam akan sangat marak.
Yulius mencontohkan penggunaan teknologi deepfake. Seseorang bisa menerima panggilan video dari sosok menarik, padahal itu adalah buatan AI. Masyarakat diminta tidak mudah menekan tautan asing di ponsel mereka.
“If something too good to be true, itu tahun kuda api,” pesan Yulius Fang.
Keamanan data pada aplikasi perbankan harus dijaga ketat. Jangan mudah percaya pada pesan singkat atau SMS yang menjanjikan keuntungan instan. Selalu verifikasi setiap informasi yang masuk.
Arus Kas Adalah Kunci
Sektor properti tahun ini diprediksi masih berjalan di tempat. Prospeknya tergolong sedang dan lebih cocok untuk hunian pribadi. Untuk tujuan investasi cepat, properti belum memberikan keuntungan maksimal dalam waktu singkat.
Yulius menyusun simulasi alokasi aset yang ideal. Ia menyarankan porsi obligasi sebesar 20% hingga 30%. Sisanya dapat ditempatkan pada saham dan emas dengan metode beli bertahap. Penggunaan deposito dianggap kurang bijak karena ancaman inflasi.
Tahun ini bukan tentang siapa yang paling cepat, melainkan siapa yang paling stabil. Kuda yang berlari terlalu kencang berisiko tergelincir di tikungan. Sebaliknya, kuda yang mantap akan mencapai garis finis sebagai pemenang.
“Bukan kecepatan, tapi is about steady. Kuda yang mantap akan bisa jadi juara,” pungkas Yulius.
Investasi di tahun 2026 menuntut kewaspadaan tinggi. Risiko harus terukur agar modal tidak hilang karena rasa percaya diri berlebihan. Strategi slow and steady akan memenangkan perlombaan di tahun Kuda Api ini.
