STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) mencatatkan kenaikan rugi bersih sepanjang tahun buku 2025. Emiten ritel pengelola Hypermart ini menderita rugi periode berjalan sebesar Rp152,19 miliar.
Angka kerugian tersebut membengkak sekitar 28,8% dibandingkan rugi bersih pada 2024 yang mencapai Rp118,11 miliar. Manajemen menyebut beban non-operasional menjadi pemicu utama meningkatnya kerugian tersebut.
Padahal, dari sisi top line, MPPA menunjukkan kinerja yang cukup tangguh. Penjualan bersih Perseroan tumbuh 1,9% menjadi Rp7,25 triliun pada 2025. Pada tahun sebelumnya, penjualan bersih tercatat sebesar Rp7,11 triliun.
Pertumbuhan pendapatan ini didukung oleh permintaan pelanggan yang stabil. Selain itu, pelaksanaan inisiatif strategis dan program rebranding yang diluncurkan pada 28 Agustus 2025 mulai membuahkan hasil.
Laba kotor Perseroan juga mengalami peningkatan 2,8% secara year on year (YoY). MPPA mengantongi laba kotor sebesar Rp1,26 triliun pada 2025, naik dari posisi Rp1,23 triliun di 2024. Perbaikan bauran penjualan dan penawaran produk yang relevan menjadi faktor pendorongnya.
Namun, laba operasional justru mengalami tekanan. Laba operasi tercatat sebesar Rp26,08 miliar pada 2025. Nilai ini turun 23,1% jika disandingkan dengan laba operasional 2024 sebesar Rp33,92 miliar.
Penurunan laba operasi terjadi seiring langkah investasi besar-besaran pada inisiatif operasional. Perseroan fokus melakukan inovasi format ritel baru dan penyegaran produk untuk memperkuat daya saing jangka panjang.
Adrian Suherman, CEO MPPA, menjelaskan hasil tahun 2025 menunjukkan kemajuan dalam memperkuat fundamental bisnis. Ia menilai pengelolaan biaya yang disiplin telah membantu perbaikan margin.
“Kami mencatat pertumbuhan penjualan yang moderat dan peningkatan margin melalui pengelolaan biaya yang disiplin serta perbaikan strategi merchandising,” kata Adrian dalam keterangan resmi di Tangerang, Selasa (17/2).
Adrian optimis transformasi jangka panjang ini memberikan dampak positif. Menurutnya, investasi pada produktivitas gerai dan efisiensi rantai pasok akan terus menjadi prioritas.
“Respons positif terhadap inisiatif rebranding semakin memperkuat keyakinan kami,” tambahnya.
Ke depan, MPPA tetap fokus pada percepatan strategi yang berorientasi kepada pelanggan. Perseroan memastikan ketersediaan produk segar dan kebutuhan keluarga dengan harga terjangkau. Langkah ini disesuaikan dengan preferensi konsumen di setiap wilayah.
