back to top

Dampingi Prabowo Temui Donald Trump, Bahlil Perkuat Diplomasi Energi di AS

STOCKWATCH.ID (WASHINGTON D.C.) – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mendampingi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam kunjungan kerja ke Washington, D.C., Amerika Serikat. Agenda utama kunjungan ini adalah melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Pertemuan tersebut difokuskan pada penguatan hubungan bilateral Indonesia-Amerika Serikat. Kedua pemimpin negara menjajaki kerja sama strategis di berbagai bidang. Sektor energi dan sumber daya mineral menjadi salah satu poin pembahasan utama.

Kehadiran Menteri ESDM menjadi bagian penting dari diplomasi energi Indonesia. Langkah ini bertujuan memperkuat ketahanan energi nasional. Selain itu, pemerintah ingin mendorong hilirisasi serta membuka peluang investasi baru.

Pengembangan teknologi juga menjadi target dalam kunjungan ini. Hal tersebut diperlukan guna mendukung pertumbuhan industri dalam negeri. Bahlil menegaskan sektor energi memiliki peran sentral dalam menjaga stabilitas perekonomian.

“Diplomasi yang dilakukan Presiden merupakan langkah strategis memperkuat posisi Indonesia di tengah dinamika global,” ujar Bahlil di Washington D.C., dikutip Kamis (19/2) waktu setempat.

Pemerintah melakukan komunikasi strategis terkait penguatan kerja sama sektor ESDM. Seluruh bentuk kolaborasi diarahkan untuk memperkuat kapasitas nasional. Fokus utamanya adalah mendukung ketahanan energi jangka panjang.

Bahlil mendorong kolaborasi yang berorientasi pada peningkatan investasi dan transfer teknologi. Pengembangan sumber daya manusia juga menjadi prioritas dalam kemitraan ini.

“Prinsipnya adalah kemitraan saling menguntungkan dan tetap berpijak pada kepentingan nasional,” jelasnya.

Langkah diplomasi ini sejalan dengan komitmen Indonesia mencapai target Net Zero Emission (NZE) 2060. Pemerintah terus memperkuat bauran energi yang lebih beragam dan efisien. Upaya ini dilakukan secara berkelanjutan demi kedaulatan energi nasional.

Setiap kebijakan yang dibangun tetap mengedepankan kepentingan rakyat Indonesia. Kemandirian energi diharapkan mampu meningkatkan produktivitas nasional secara signifikan.

“Ketahanan dan kemandirian energi adalah fondasi utama pembangunan,” tegas Bahlil.

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Utang Luar Negeri Indonesia Naik jadi Rp7.265 Triliun, Begini Penjelasan BI

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi Utang...

Menkeu Purbaya Tambah Dana Rp10,65 Triliun untuk Aceh, Sumut, dan Sumbar

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa,...

Tiba di Washington DC, Presiden Prabowo Siap Perkuat Ekonomi RI Lewat Pertemuan dengan Donald Trump

STOCKWATCH.ID (WASHINGTON) - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto tiba...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru