back to top

Gubernur BI, Ekonomi Indonesia Diperkirakan Tumbuh 5,7% pada 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bank Indonesia (BI) memprakirakan pertumbuhan ekonomi nasional pada 2026 meningkat dalam kisaran 4,97-5,7% dibandingkan tahun lalu. Ini sejalan dengan berbagai kebijakan Pemerintah dan Bank Indonesia untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

BI terus memperkuat bauran kebijakan melalui kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran yang bersinergi erat dengan kebijakan stimulus fiskal dan sektor riil Pemerintah untuk mendorong pertumbuhan yang lebih tinggi dan berdaya tahan.

Perry Warjiyo, Gubernur BI, di Jakarta Kamis (19/2/2026), mengemukakan, ekonomi Indonesia diperkirakan tumbuh lebih tinggi. Ini didukung oleh berbagai kebijakan yang ditempuh Pemerintah dan BI.

“Pertumbuhan ekonomi pada triwulan IV 2025 tercatat sebesar 5,39% (yoy), lebih tinggi dari pertumbuhan pada triwulan sebelumnya sebesar 5,04% (yoy),” katanya dalam konferensi pers Rapat Dewan Gubernur (RDG BI) pada 18-19 Februari 2026.

Peningkatan ini terutama ditopang oleh permintaan domestik dari konsumsi rumah tangga dan investasi sejalan dengan dampak positif berbagai stimulus kebijakan Pemerintah dan bauran kebijakan BI.

Dengan perkembangan ini, pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan tahun 2025 sebesar 5,11% (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pada 2024 sebesar 5,03% (yoy) dan diikuti dengan perbaikan kualitas ketenagakerjaan.

Pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi diprakirakan berlanjut pada triwulan I 2026. Konsumsi rumah tangga meningkat ditopang berbagai program stimulus Pemerintah, pelonggaran kebijakan moneter, ekspektasi konsumen yang terus membaik serta peningkatan kegiatan ekonomi pada berbagai Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) di triwulan I 2026 seperti Tahun Baru Imlek, Hari Suci Nyepi, dan Idulfitri 1447 H.

Investasi juga diprakirakan tumbuh lebih tinggi didorong oleh investasi Pemerintah, termasuk hilirisasi Sumber Daya Alam (SDA), serta perbaikan keyakinan pelaku usaha yang masih berlanjut.

- Advertisement -

Artikel Terkait

BI Perkirakan Neraca Perdagangan Surplus pada Triwulan I 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bank Indonesia (BI) memperkirakan neraca perdagangan...

Gubernur BI, BI-Rate Tetap 4,75%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) pada...

Prabowo Umumkan Kesepakatan Dagang RI–AS, Babak Baru Hubungan Ekonomi Dimulai

STOCKWATCH.ID (WASHINGTON DC) – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru