STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia cenderung bergerak mendatar pada akhir perdagangan Kamis (19/2/2026) waktu setempat atau Jumat pagi (20/2/2026) WIB. Investor saat ini tengah menimbang ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Fokus pasar juga tertuju pada data inflasi yang akan dirilis pekan ini.
Mengutip CNBC International, harga emas spot tidak berubah pada posisi USD 4.979,18 per ons troi. Di pasar berjangka AS, kontrak emas untuk pengiriman April ditutup melemah 0,2% menjadi USD 4.997,40 per ons troi.
Daniel Pavilonis, Ahli Strategi Pasar Senior di RJO Futures, menilai pergerakan pasar saat ini cukup fluktuatif. Ia menyebut kondisi pasar sedang terombang-ambing.
“Kita sedang terombang-ambing dan bergerak menyamping dengan volatilitas,” ujar Daniel Pavilonis.
Pavilonis menambahkan faktor geopolitik masih menjadi penopang utama harga logam mulia. Namun, ia tidak menutup kemungkinan adanya koreksi harga dalam jangka pendek.
“Ketegangan dengan Iran mendukung emas, dan sementara prospek yang lebih luas tetap cukup bullish, kita masih bisa melihat satu penurunan lagi yang didorong oleh faktor-faktor di luar situasi Iran,” tambah Pavilonis.
Presiden AS Donald Trump memperingatkan Iran untuk segera mencapai kesepakatan terkait program nuklirnya. Jika tidak, ia menyebut “hal-hal buruk” akan terjadi. Trump tampaknya menetapkan batas waktu 10 hari sebelum AS kemungkinan mengambil tindakan.
Situasi geopolitik dan ekonomi yang memanas cenderung menguntungkan emas. Logam kuning ini secara tradisional dipandang sebagai aset penyimpan nilai yang aman (safe haven).
Sentimen pasar juga dipengaruhi oleh risalah rapat Federal Reserve (The Fed) akhir Januari lalu. Dokumen tersebut menunjukkan perbedaan pendapat di antara para pembuat kebijakan mengenai jalur moneter ke depan. Beberapa pejabat membuka peluang kenaikan suku bunga jika inflasi tetap tinggi. Sebaliknya, anggota lain lebih memilih pemangkasan jika tekanan harga mereda.
Data ekonomi terbaru menunjukkan stabilitas pasar tenaga kerja AS. Klaim tunjangan pengangguran mingguan turun menjadi 206.000 untuk pekan yang berakhir 14 Februari. Angka ini berada jauh di bawah ekspektasi pasar sebesar 225.000.
Investor kini menanti rilis Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) pada hari Jumat. Data ini merupakan indikator inflasi favorit The Fed untuk menentukan arah kebijakan suku bunga. Pasar memperkirakan pemangkasan suku bunga pertama tahun ini akan terjadi pada Juni mendatang.
Pergerakan logam mulia lainnya terpantau bervariasi. Harga perak spot naik 0,6% ke level USD 77,66 per ons troi setelah melonjak lebih dari 5% pada hari sebelumnya.
Sementara itu, harga platinum spot turun 0,8% menjadi USD 2.054,08 per ons troi. Harga paladium juga merosot 2,6% ke posisi USD 1.671,34 per ons troi.
