back to top

Putusan Mahkamah Agung AS Jegal Tarif Trump, Bursa Saham Eropa Melaju Hijau

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup menguat pada akhir perdagangan Jumat (20/2/2026) waktu setempat. Sentimen positif ini muncul usai Mahkamah Agung Amerika Serikat (AS) membatalkan kebijakan tarif Presiden Donald Trump. Keputusan pengadilan tinggi ini menganulir sebagian besar beban tarif global AS.

Mengutip CNBC International, indeks Stoxx Europe 600 yang berisi saham-saham utama di Eropa berakhir naik 0,84% ke posisi 630,56. Hampir semua sektor dan bursa utama di kawasan tersebut berada di zona hijau. Indeks CAC 40 Perancis naik 1,39% ke level 8.515,49. FTSE MIB Italia melonjak 1,48% ke posisi 46.472,98.

Indeks FTSE 100 Inggris menguat tipis 0,56% ke level 10.686,89. DAX Jerman tumbuh 0,87% ke posisi 25.260,69. Sementara itu, IBEX 35 Spanyol meningkat 0,94% ke level 18.186,00.

Mahkamah Agung AS memenangkan penolakan tarif ini melalui pemungutan suara. Hasilnya adalah 6 banding 3 untuk membatalkan kebijakan tersebut. Keputusan ini langsung menghapus kecemasan para pelaku pasar di benua biru.

Musim laporan keuangan juga mewarnai perdagangan hari Jumat. Saham produsen barang mewah asal Italia, Moncler, terbang hingga 15%. Pencapaian ini membawanya ke puncak indeks Stoxx 600. Penjualan grup Moncler menembus 3,13 miliar euro atau sekitar USD 3,7 miliar pada 2025. Angka ini naik 3% dan sukses melampaui perkiraan para analis.

Saham raksasa pertambangan Anglo American ikut ditutup naik sekitar 1%. Perusahaan mencatat pendapatan inti sebesar USD 6,4 miliar untuk tahun 2025. Angka ini naik dari USD 6,3 miliar pada tahun sebelumnya. Kinerja kuat penjualan tembaga dan bijih besi menjadi pendorong utamanya.

Anglo American juga berhasil menghemat biaya operasi hingga USD 1,8 miliar. Utang bersih perusahaan ikut menyusut menjadi USD 8,6 miliar. Namun, grup ini masih mencatat rugi bersih sebesar USD 3,7 miliar. Kerugian dipicu oleh penurunan nilai unit berlian De Beers sebesar USD 2,3 miliar. CEO Anglo American Duncan Wanblad menyebut proses pemisahan unit De Beers terus berjalan.

Dari sisi ekonomi makro, data penjualan ritel Inggris melesat 1,8% pada Januari 2026. Angka ini jauh lebih tinggi dari kenaikan 0,4% pada Desember 2025. Peningkatan ini menjadi sinyal positif bangkitnya roda ekonomi. Volume penjualan juga melonjak tajam 4,5% secara tahunan.

Keuangan sektor publik Inggris ikut mencatat rekor cemerlang. Negara meraup surplus 30,4 miliar poundsterling atau sekitar USD 40,8 miliar pada Januari 2026. Angka ini naik dua kali lipat dari tahun sebelumnya. Total pinjaman publik mencapai 112,1 miliar poundsterling sejak April 2025. Jumlah ini turun 11,5% dibandingkan periode sama tahun lalu.

Nilai tukar poundsterling Inggris menguat 0,2% terhadap dolar AS ke posisi USD 1,349. Imbal hasil obligasi pemerintah Inggris bergerak bervariasi. Tenor 10 tahun turun 2 basis poin menjadi 4,35%. Tenor 2 tahun naik tipis kurang dari 1 basis poin ke level 3,58%.

Di seberang Atlantik, rilis data ekonomi AS justru kurang menggembirakan. Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal keempat AS tertahan di level 1,4%. Angka ini berada jauh di bawah ekspektasi pasar.

Pasar kini juga terus menyoroti ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Presiden Trump kabarnya sedang menimbang peluncuran serangan militer terbatas ke Iran. Rencana ini muncul sebagai respons atas penolakan Teheran terhadap kesepakatan nuklir. Militer AS juga terpantau terus menambah armada tempurnya di kawasan tersebut dalam beberapa hari terakhir.

Trump sempat ditanya oleh wartawan mengenai rencana aksi militer AS di Timur Tengah ini.

“Saya rasa saya bisa mengatakan saya sedang mempertimbangkan hal tersebut,” kata Trump.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Wall Street Menghijau, Indeks Dow Jones Naik 230 Poin Usai MA AS Batalkan Tarif Trump

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau...

Bursa Saham Asia Mayoritas Melemah, Kospi Korea Selatan Justru Cetak Rekor

STOCKWATCH.ID (TOKYO) – Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik mayoritas...

Kebijakan Ekonomi Andalan Kandas, Mahkamah Agung AS Batalkan Tarif Impor Era Trump

STOCKWATCH.ID (WASHINTON DC) - Mahkamah Agung Amerika Serikat (AS)...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru