back to top

Saham TPIA Bangkit dari Tren Turun, Bersiap Melaju ke Target Rp8.700

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mulai menunjukkan sinyal kebangkitan. Tren penurunan harga perlahan mulai ditinggalkan. Saham berkapitalisasi pasar terbesar kelima di Bursa Efek Indonesia (BEI) ini mulai masuk fase akumulasi.

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, M. Nafan Aji Gusta Utama, menyoroti pergerakan teknikal TPIA. Saham ini sudah membentuk pola golden cross. Rata-rata pergerakan harga atau Moving Average (MA) 20 dan 60 hari bersilangan ke atas. Pola inverted head and shoulders juga mulai terlihat.

“TPIA sudah mulai meninggalkan fase downtrend dan terjadi trend shifting menuju fase uptrend,” ujar Nafan di Jakarta, Selasa (24/2/2026).

Nafan mematok tiga target harga untuk saham TPIA. Target pertama berada di level Rp7.400. Target kedua menanti di posisi Rp7.900. Target tertinggi mengarah ke level Rp8.700. Ada potensi kenaikan hingga 21,68% dari level penutupan di harga Rp7.150. Ia merekomendasikan accumulating buy atau tahan saham ini.

Kenaikan harga ini mendapat dorongan kuat dari sisi fundamental. Kondisi TPIA kini jauh lebih kokoh dibandingkan satu atau dua tahun lalu. Akuisisi aset strategis di Singapura menjadi pendorong utamanya. Langkah ini mencakup pembelian Shell Energy and Chemicals Park.

Aksi korporasi tersebut berdampak langsung pada kinerja keuangan. TPIA berhasil membalikkan keadaan dari posisi rugi menjadi untung. Pada kuartal III 2025, perusahaan mencetak laba bersih jumbo senilai USD 1,3 miliar. Namun, laba ini lebih banyak tertopang oleh faktor non-operasional dan revaluasi aset.

“Laba sangat dipengaruhi oleh faktor non-operasional seperti akuisisi,” tegas Nafan.

Meski fundamental menguat, investor tetap harus waspada. Penilaian harga saham atau valuasi TPIA tergolong premium. Rasio Price Earning (PE) tercatat cukup tinggi mencapai 28,52 kali. Angka ini jauh di atas rata-rata industri sejenis.

Tantangan lainnya datang dari industri petrokimia global. Pasar dunia sedang mengalami kelebihan pasokan atau oversupply dari Tiongkok. Kondisi ini menekan harga jual produk. Margin keuntungan TPIA juga sangat rentan terhadap fluktuasi harga minyak mentah.

Beban perusahaan juga ikut bertambah. Agresivitas dalam melakukan akuisisi dan penerbitan obligasi meningkatkan beban bunga. Manajemen dituntut memiliki efisiensi operasional tingkat tinggi.

Soal likuiditas, jumlah saham beredar di publik (free float) TPIA saat ini baru mencapai 10,67%. Perusahaan memiliki tantangan besar memenuhi syarat free float 15% dari MSCI. Manajemen berkomitmen kuat untuk mengejar target tersebut. Secara historis, free float TPIA pernah menyentuh angka 24,75%.

“TPIA ini bisa memenuhi limit free float karena secara histori sudah pernah 24%,” tambah Nafan.

Di tengah berbagai tantangan, TPIA memiliki rapor keberlanjutan atau ESG yang sangat memukau. Skor Sustainalytics perusahaan berada di level 16,37. Angka terendah ini masuk dalam kategori sangat bagus atau leading company. TPIA sangat unggul dalam manajemen gas rumah kaca serta keselamatan kerja tingkat global.

Kombinasi sentimen ini membuat arah pergerakan saham TPIA menarik untuk dicermati. Aliran dana institusi besar dan sentimen akuisisi anak usaha sangat mempengaruhi fluktuasi harga. Saham ini sangat cocok bagi investor dengan profil risiko moderat hingga agresif. Terutama bagi mereka yang meyakini prospek ekspansi jangka panjang Grup Barito.

Disclaimer: Artikel ini disajikan sebagai informasi. Isinya tidak dimaksudkan untuk mengajak pembaca membeli atau menjual saham. Seluruh pandangan dan rekomendasi bersumber dari analis sekuritas. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor. Lakukan riset secara mandiri sebelum menentukan pilihan investasi.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Bakrie Capital Indonesia Borong 6% Saham Astrindo Nusantara (BIPI), Gelontorkan Dana Rp948 Miliar

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Bakrie Capital Indonesia telah melakukan pembelian terhadap...

Dirut Palma Serasih (PSGO) Jalani Proses Hukum, Operasinal Tetap Berjalan

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Manajemen PT Palma Serasih Tbk (PSGO),...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru