STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Penjualan bersih PT Arwana Citramulia Tbk (ARNA) naik 10,71% menjadi Rp2,91 triliun pada 2025, dari Rp2,63 triliun pada tahun 2024. Mayoritas penjualan ARNA dari pihak berelasi yakni Rp2,43 triliun.
Kendati penjualan naik, laba emiten produsen keramik beraset Rp2,66 triliun per Desember 2025 itu turun 5,98% menjadi Rp400,47 miliar (Rp55,93 per saham) pada 2025, dibanding Rp425,97 triliun (Rp59,21 per saham) pada tahun 2024.
Berdasarkan laporan Desember 2025 yang disampaikan ke BEI, Jumat 27 Februari 2026, penurunan laba di tengah peningkatan penjualan ARNA tersebut, disebabkan antara lain oleh kenaikan beban pokok penjualan sebesar 17,5% menjadi Rp2,03 triliun pada 2025, dari rp1,72 triliun pada tahun 2024.
Selain itu, penurunan laba emiten produsen keramik tersebut juga disebabkan oleh kenaikan beban umum dan administrasi sebesar 2,9% jadi Rp96,03 miliar pada 2025, dari Rp93,31 miliar. Akumulasi kenaikan beban operasional di atas mengakibatkan, laba usaha emiten produsen keramik itu turun 4,68% menjadi Rp523,32 miliar pada 2025, jika dibandingkan Rp549,02 miliar pada tahun 2024.
Total liabilitas ARNA per Desember 2025 sebesar Rp949,18 miliar, naik 21,09% dari Rp783,82 miliar pada periode sama 2024. Ini terdiri atas liabilitas jangka pendek Rp740,05 miliar dan liabilitas jangka panjang rp209,13 miliar. Adapun jumlah ekuitas Perseroan per Desember 2025 sebesar Rp1,93 triliun. (konrad)
