Bursa Saham Eropa Berguguran, Ketidakpastian Iran–AS Picu Aksi Jual Global

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa kompak ditutup melemah pada akhir perdagangan Kamis (26/3/2026) waktu setempat. Sentimen negatif dipicu ketidakpastian arah pembicaraan damai antara Iran dan Amerika Serikat (AS).

Mengutip CNBC International, indeks Stoxx Europe 600 turun 1,13% ke level 580,84. Mayoritas bursa utama dan sektor berada di zona merah.

Indeks CAC 40 Perancis melemah 0,98% ke level 7.769,31. FTSE MIB Italia turun 0,71% ke posisi 43.701,84.

Sementara itu, indeks FTSE 100 Inggris merosot 1,33% ke level 9.972,17. DAX Jerman jatuh 1,50% ke posisi 22.612,97. IBEX 35 Spanyol terkoreksi 1,21% ke level 16.962,90.

Tekanan terbesar datang dari sektor pertambangan dan teknologi. Keduanya masing-masing turun 3,4% dan 2,3%. Investor cenderung menghindari risiko di tengah ketidakpastian geopolitik global.

Pasar bereaksi terhadap pernyataan yang saling bertentangan dari Washington dan Teheran dalam 48 jam terakhir. AS menyebut pembicaraan damai sedang berlangsung. Di sisi lain, Iran membantah adanya negosiasi langsung.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengonfirmasi pihaknya tengah meninjau proposal dari AS. Namun, ia menegaskan komunikasi hanya melalui perantara.

“Pertukaran pesan antara kedua negara melalui mediator tidak berarti negosiasi dengan AS,” ujar Abbas Araghchi.

Media pemerintah Iran melaporkan peluang penolakan terhadap tawaran gencatan senjata dari AS. Iran juga mengajukan lima tuntutan, termasuk kendali atas Selat Hormuz. Kondisi ini memperbesar ketidakpastian di pasar global.

Dari sisi korporasi, peritel Inggris, Next plc, mencatat kinerja positif. Laba tahunan meningkat dan proyeksi dinaikkan. Sahamnya melonjak 4,2% dan menjadi penguat utama indeks FTSE 100.

Chief Executive Next, Lord Simon Wolfson, menyoroti dampak konflik terhadap bisnis global. “Hal ini juga kemungkinan akan berdampak pada biaya, harga jual, dan permintaan konsumen di sisa bisnis lainnya,” tulis Lord Wolfson.

Sebaliknya, peritel fesyen H&M mencatat penjualan kuartal pertama 2026 yang lemah. Analis Citi menilai kinerja tersebut di bawah ekspektasi. Saham H&M turun lebih dari 2% di bursa Stockholm.

Pelaku pasar kini mencermati pertemuan Menteri Luar Negeri G7 di Perancis. Isu perang di Iran dan Ukraina menjadi fokus utama. Pertemuan ini juga dihadiri delegasi dari Arab Saudi, Brasil, India, Korea Selatan, dan Ukraina.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Ekspansi 50 Bioskop Baru, Tripar Multivision (RAAM) Siap Rights Issue 1,36 Miliar Saham

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Tripar Multivision Plus Tbk (RAAM)...

Sempat Digembok BEI, Saham Ini Kembali Diperdagangkan Mulai 30 Maret

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) memutuskan untuk...

Transaksi BEI Melejit 15,27%, Tapi Asing Kabur Rp30,88 Triliun!

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Aktivitas perdagangan saham di PT Bursa...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru