Kamis, Desember 11, 2025
26.7 C
Jakarta

Ekspansi Kredit, Bank MNC Internasional Right Issue Rp1,012 Triliun

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Manajemen PT Bank MNC Internasional Tbk (BABP) berencana melakukan penawaran umum terbatas (PUT) X sebanyak 13,503 miliar saham dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PHMETD) atau right issue pada Desember 2023.

Harga PUT saham bernominal Rp50 itu sebesar Rp75 per saham sehingga Perseroan, berpeluang mendapat tambahan modal sebesar Rp1,012 triliun.

Dana PUT tersebut, setelah dikurangi dengan biaya-biaya emisi, seluruhnya akan digunakan untuk ekspansi penyaluran kredit BABP dengan tetap memperhatikan ketentuan Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM).

Direksi BABP dalam prospektus rencana penawaran umum terbatas (PUT) yang diumumkan, Senin (23/10) mengemukakan, rencana PUT tersebut sudah mendapatkan persetujuan pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) BABP yang dilaksanakan pada 19 Oktober 2023.

Per Juni 2023, BABP membukukan pendapatan bunga bersih sebesar Rp304,65 miliar, turun 2,87% dari Rp313,67 miliar per Juni 2022. Kendati pendapatan bunga turun, Perseroan mencatat kenaikan laba sebesar 13,89% menjadi Rp39,49 miliar pada Januari-Juni 2023, dibanding Rp34,66 miliar pada periode sama 2022.

Selama enam bulan BABP berhasil menyalurkan kredit sebesar Rp10,55 triliun, meningkat 8,80% dari Rp9,68 triliun pada periode sama 2022. Sementara dana pihak ketiga atau DPK yang dihimpun Perseroan mencapai Rp12,31 triliun pada semester I 2023, naik 2,80% dibanding Rp11,98 triliun pada semester I 2022.

- Advertisement -

Artikel Terkait

OJK: Kredit Tumbuh 7,36% Jadi Rp8.220,21 Triliun, DPK Naik 11,48% pada Oktober 2025

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan kinerja intermediasi perbankan...

OJK, Ada 35 Rencana Penawaran Umum dengan Nilai Indikatif Rp32,29 Triliun dalam Pipeline

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat sepanjang...

Didukung Sederet Faktor Ini, Likuiditas Transaksi di Pasar Saham Meningkat di Semester II-2025

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat likuiditas...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru