Ada Sinyal Damai AS-Iran, Wall Street Kompak Menghijau di Awal April

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau Wall Street ditutup menguat pada akhir perdagangan Rabu sore (1/4/2026) waktu setempat atau Kamis pagi (2/4/2026) WIB. Ketiga indeks utama menghijau di awal bulan April. Investor mulai bertaruh konflik di Timur Tengah akan segera berakhir.

Mengutip CNBC International, indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) di Bursa Efek New York menguat 224,23 poin atau 0,48% ke level 46.565,74. Indeks S&P 500 (SPX) juga naik 0,72% dan berakhir di posisi 6.575,32. Sementara itu, indeks komposit Nasdaq (IXIC) yang didominasi saham teknologi, melaju 1,16% menjadi 21.840,95.

Optimisme pasar tumbuh seiring harapan berakhirnya perang antara AS dan Iran. Harga minyak dunia pun ikut melandai merespons situasi tersebut. Minyak West Texas Intermediate (WTI) turun 1,24% menjadi USD 100,12 per barel. Harga minyak Brent juga merosot 2,7% ke level USD 101,16 per barel.

Sentimen positif ini dipicu pernyataan terbaru Presiden Donald Trump. Trump menyebut Presiden Iran telah meminta gencatan senjata kepada AS. Melalui unggahan di Truth Social, Trump akan mempertimbangkan tawaran itu jika Selat Hormuz sudah terbuka dan bebas.

Sebelumnya, Trump menyampaikan pernyataan kepada wartawan di Gedung Putih. Ia memperkirakan pasukan militer AS akan meninggalkan Iran dalam dua atau tiga minggu. Hal ini memicu aksi beli di pasar saham karena kekhawatiran perang mulai mereda.

Laporan yang belum terkonfirmasi menyebutkan Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, terbuka untuk mengakhiri perang. Pezeshkian menuntut adanya jaminan internasional terhadap agresi di masa depan. Ia juga meminta pembayaran ganti rugi atas konflik yang terjadi.

Patrick Ryan, Chief Investment Strategist dan Head of Multi-asset Solutions di Madison Investments, memberikan analisanya. Ia menilai pasar sedang melihat adanya peluang perdamaian dalam waktu dekat.

“Pasar sepertinya hanya mengendus kemungkinan ada beberapa jenis resolusi dalam beberapa minggu ke depan,” ujar Ryan dalam wawancara dengan CNBC.

Meski demikian, Ryan mengingatkan pasar belum sepenuhnya keluar dari zona bahaya. Pergerakan saham diprediksi tetap fluktuatif sebelum ada pengumuman resmi. Investor masih perlu waspada terhadap dinamika yang terjadi di Timur Tengah.

“Kecuali ada semacam pengumuman bebas hambatan, perdagangan harus tetap fluktuatif dalam jangka pendek,” tambah Ryan.

Kini pelaku pasar menanti pidato resmi Donald Trump kepada publik Amerika Serikat. Trump dijadwalkan memberikan informasi penting mengenai perkembangan perang AS-Iran pada Rabu malam waktu setempat. Pernyataan tersebut diharapkan memberikan arah yang lebih jelas bagi pasar global.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Trump Sebut Perang Iran Segera Usai, Bursa Saham Eropa Terbang Tinggi

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup menguat tajam...

Trump Isyaratkan Perang Iran Segera Berakhir, Indeks Kospi Meroket 8%

STOCKWATCH.ID (TOKYO) – Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik kompak...

Harapan Damai Perang Iran Muncul, Indeks Dow Jones Melejit 1.100 Poin

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru