STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Pendapatan bersih emiten pembiayaan konsumen, PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) pada 2025 tumbuh 2,89% menjadi Rp12,12 triliun, dari rp11,78 triliun pada tahun 2024.
Penyumbang terbesar pendapatan Perseroan tahun 2025 berasal dari pembiayaan konsumen yakni Rp7,55 triliun atau 62,30% dari total pendapatan. Sedangkan pendapatan murabahah dan lain-lain menyumbang, masing-masing sebesar Rp1,71 triliun dan Rp2,04 triliun sepanjang tahun 2025.
Kendati pendapatan tumbuh, laba bersih emiten pembiayaan beraset Rp38,52 triliun per Desember 2025 itu turun 14,68% menjadi Rp1,54 triliun (Rp1.253 per saham) pada 2025, dari Rp1,81 triliun (Rp1.538 per saham) pada 2024.
Penurunan laba di tengah pertumbuhan pendapatan ADMF, menurut laporan keuangan Desember 2025 yang dipublikasikan, Kamis 19 Februari 2026, disebabkan oleh peningkatan beban yang lebih tinggi dari pendapatan yakni sebesar 6,720% menjadi Rp10,14 triliun pada 2025, dari Rp9,5 triliun tahun 2024.
Beban ADMF ini terdiri atas beban gaji dan tunjangan sebesar Rp3,33 triliun, beban bunga dan keuangan Rp1,37 triliun, serta beban pembiayaan konsumen dan beban umum dan administrasi, masing-masing Rp1,89 triliun dan Rp1,97 triliun. Kenaikan beban tersebut menyebabkan laba sebelum pajak Perseroan anjlok 13,01% jadi Rp1,98 triliun pada 2025 dibanding Rp2,28 triliun tahun 2024.
Di Bursa Efek Indonesia, saham ADMF tercatat di Rp8.700 per unit pada perdagangan, Kamis 19 Februari 2026, naik 4,19% dibanding sehari sebelumnya. Jika dibandingkan antara harga 19 Januari 2026 di Rp8.700 per unit terhadap harga penutupan kemarin, saham ADMF turun sebesar 4,02%. (konrad)
