Agung Podomoro Gandeng Konsorsium Jepang Kembangkan Kota Satelit Podomoro Tenjo
STOCKWATCH.ID (JAKARTA)- PT Agung Podomoro Tbk (APLN) menjlain kerjasama strategis dengan Fukuoka Consortium, yang terdiri dari perusahaan-perusahaan asal Jepang seperti Bika Co., Ltd., Kyushu Leasing...
โAgung Podomoro telah menjalin kerjasama di beberapa proyek dengan mitra dari Jepang. Hasilnya sangat positif dan mampu mendorong pertumbuhan bisnis perusahaan. Selama 5 tahun terakhir Kota Podomoro Tenjo merupakan salah satu proyek properti dengan pertumbuhan penjualan paling tinggi,โ ujar Bacelius Ruru Direktur Utama APLN dalam keterangan resmi, Kamis, 4 September 2025.
Menurut Bacelius, sebagai bagian dari kerjasama strategis ini, Kota Podomoro Tenjo akan meluncurkan dua klaster terbaru, yakni Cluster Edelweiss yang ditujukan untuk segmen hunian premium, dan Cluster Mahogany untuk hunian kelas deluxe. Kehadiran kedua klaster ini akan memperluas pilihan bagi masyarakat akan hunian yang berkualitas, terjangkau, mengedepankan kenyamanan dan berorientasi pada keberlanjutan.
Bacelius Ruru menjelaskan bahwa pada saat ini bentuk kerjasama dengan mitra Jepang diwujudkan melalui investasi dan manajemen proyek bersama. Dengan kombinasi konsep, desain yang inovatif, standar produk yang terus meningkat, Kota Podomoro Tenjo optimis mampu menghadirkan nilai tambah signifikan bagi para penghuni maupun investor.
- Bursa Saham Eropa Bervariasi, Tersengat Sentimen AI dan Inflasi Zona Euro
- Bursa Asia Ditutup Menguat, KOSPI Catat Kenaikan Harian Terbesar Sepanjang Sejar...
- Janu Putra Sejahtera Kantongi Rp70 Miliar dari Penjualan Aset ke Grup De Heus
- Laba Bersih MSIN Naik 13,6% Jadi Rp279 Miliar di Semester I 2026
- Tiket Umum Ludes Sejam, BRI Buka Akses Eksklusif Konser 35 Tahun Twilite Orchest...
- Janu Putra Sejahtera Kantongi Rp70 Miliar dari Penjualan Aset ke Grup De Heus
- JELI Klarifikasi Antrean Jual 68 Juta Lot, BEI Bilang Bukan Gangguan Sistem
- Asuransi Maximus (ASMI) Berbalik Boncos! Rugi Rp124,2M pada Semester I-2026
- Laba Bersih MSIN Naik 13,6% Jadi Rp279 Miliar di Semester I 2026
- TCPI Catat Laba Rp123,4 Miliar, Tumbuh 25% di Semester I 2026