STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bank Panin Dubai SyariahTbk (PNBS) membukukan laba bersih sebesar Rp20,02 miliar (Rp0,52 per saham) pada 2025, anjlok 85,27% dibanding Rp135,93 miliar (Rp3,50 per saham) pada tahun 2024.
Seperti tergambar dari laporan keuangan per Desember 2025 yang diumumkan, Rabu, 25 Februari 2026, pendapatan pengelolaan dana oleh bank sebagai mudharib sebesar Rp1,20 triliun, naik 3,79% dari Rp1,15 triliun pada 2024.
Hak pemilik dana atas bagi hasil dana syirkah temporer sebesar Rp824,82 miliar pada tahun 2025, naik dari Rp735,91 miliar pada 2024. Total pendapatan usaha lainnya mencapai Rp103,21 miliar, turun dari Rp114,21 miliar pada tahun 2024.
Di sisi lain, beban kerugian penurunan nilai mencapai Rp65,61 miliar pada 2025 membengkak 608% dari Rp9,26 miliar. Jumlah beban usaha lainnya Rp387,29 miliar, bengkak dari Rp344,02 miliar. Ini terdiri atas beban administrasi Rp123 miliar dan beban kepegawaian Rp176,25 miliar, naik dari Rp150,21 miliar.
Laba usaha PNBS mencapai Rp28,69 miliar pada 2025, terpuruk 72,51% dari Rp104,4 miliar. Sedangkan laba sebelum pajak anjlok 71,81% menjadi Rp29,51 miliar pada 2025, jika dibandingkan Rp104,76 miliar pada tahun 2024.
Dari sisi fungsi intermediasi, total pembiayaan mudharabah PNBS mencapai Rp1,54 triliun pada 2025. Sedangkan total pembiayaan musyarakah PNBS tumbuh 19,92% menjadi Rp11,55 triliun, dari Rp9,63 triliun pada tahun 2024.
Sementara dana pihak ketiga (DPK) yang disalurkan PNBS mencapai Rp14,53 triliun pada tahun 2025, naik 16,48% dari Rp12,48 triliun pada tahun 2024.
Total asset PNBS per Desember 2025 sebesar Rp19,11 triliun, naik 13,53% dari Rp16,83 triliun per Desember 2024. Adapun jumlah liabilitas dan ekuitas PNBS per Desember 2025, masing-masing sebesar Rp1,03 triliun dan Rp2,97 triliun.(konrad)
