back to top

Apresiasi Kinerja Manajemen, CIMB Niaga Kucurkan 4.000 Saham Hasil Buyback

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) kembali melaksanakan pengalihan saham hasil pembelian kembali (buyback). Otoritas bursa menerima laporan pelaksanaan ini melalui keterbukaan informasi pada Selasa (6/1/2026). Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam memberikan apresiasi kepada jajaran manajemen.

Perseroan telah mengalihkan sebanyak 4.000 lembar saham pada periode 31 Desember 2025. Harga rata-rata pengalihan saham tersebut dipatok pada angka Rp 1.735 per saham. Dalam aksi korporasi ini, BNGA menggandeng PT Bahana Sekuritas sebagai anggota bursa pelaksana.

Dwi Dewo S, Corporate Secretary Office Head CIMB Niaga, menyampaikan laporan tersebut secara resmi kepada publik. “Perseroan melaporkan pelaksanaan pengalihan saham hasil Buy Back untuk periode 31 Desember 2025,” tulisnya dalam dokumen bernomor 001/HS/KP/2026.

Menariknya, jumlah dana yang diperoleh dari pengalihan ini tercatat sebesar Rp 0. Kondisi ini terjadi karena saham tersebut dialihkan bukan untuk dijual ke pasar publik. Saham BNGA dialokasikan khusus melalui program Material Risk Taker (MRT).

Program MRT merupakan skema remunerasi bersifat variabel dalam bentuk saham bagi pihak manajemen. Langkah ini telah mengantongi restu dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 3 April 2024. Selain itu, RUPST tertanggal 14 April 2025 juga memberikan persetujuan serupa.

Hingga saat ini, CIMB Niaga mencatat akumulasi pengalihan saham hasil buyback sebanyak 60.000 lembar. Perseroan masih menyimpan sisa saham hasil buyback sebanyak 108.000 lembar. Seluruh sisa saham tersebut direncanakan untuk dialihkan kembali pada masa mendatang.

Joni Raini, Direktur Sumber Daya Manusia CIMB Niaga, memberikan penjelasan tambahan mengenai peruntukan saham tersebut. Hal ini tercantum dalam laporan perkembangan pengalihan kembali saham perusahaan.

“saham hasil pembelian kembali akan digunakan untuk program remunerasi yang bersifat variabel dalam bentuk saham kepada Manajemen Perseroan yang termasuk Material Risk Taker (“MRT”),” jelas Joni Raini dalam laporannya.

Sebelumnya, BNGA melakukan aksi buyback pada 5 April 2024 dengan membeli 168.000 lembar saham. Harga rata-rata pembelian saat itu berada pada level Rp 2.120 per saham. Total biaya yang dikeluarkan mencapai Rp 357.247.870 atau sekitar 83,17% dari total anggaran yang disetujui RUPS.

Saat ini, sisa anggaran untuk pembelian kembali saham tercatat sebesar Rp 142.752.130. Seluruh proses pelaksanaan buyback hingga pengalihannya dipantau ketat oleh Henky Sulistyo selaku Direktur BNGA. Periode pelaporan ini mencakup aktivitas perseroan sejak 1 Januari 2024 hingga 31 Desember 2025.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Geger! Usai Wanteg Sekuritas Disuspensi BEI, Sang Bos Dicopot Tersandung Kasus Pidana

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Kabar mengejutkan datang dari PT Wanteg...

Hari Ini, Obligasi Bank Panin (PNBN) Rp2,712 Triliun Dicatatkan di BEI

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Hari ini, Kamis 26 Februari 2026, Obligasi...

IHSG Pagi Ini Geser ke Zona Merah, Turun 0,44% Terbebani Sederet Saham Ini

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan saham...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru