back to top

Arkora Hydro Operasikan Pembangkit Listrik Kukusan 2, Lampung, Targetkan Produksi 35 GWh per Tahun

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Arkora Hydro Tbk (ARKO) mulai mengoperasikan Proyek Kukusan 2 di Tanggamus, Lampung. Setelah melalui proses commissioning sesuai standar yang berlaku, Proyek Kukusan 2 secara resmi mencapai Commercial Operation Date (COD) pada tanggal 6 Februari 2026.

Proyek Kukusan 2 merupakan pembangkit listrik tenaga air berbasis run-of-river dengan kapasitas 5,4 MW (2 x 2,7 MW), yang mengandalkan aliran sungai alami tanpa bendungan besar, sehingga meminimalisasi dampak lingkungan. Dengan estimasi produksi listrik sebesar 35,02 GWh per tahun, Proyek Kukusan 2 menjadi pembangkit listrik keempat Perseroan dan berkontribusi sekitar 17,8% terhadap total estimasi produksi listrik Perseroan pada tahun 2026 sebesar 197,28 GWh.

Proyek Kukusan 2 memiliki Perjanjian Jual Beli Listrik (Power Purchase Agreement/PPA) dengan PT PLN (Persero) selama 25 tahun. Listrik yang diproduksi Proyek Kukusan 2 mengaliri saluran distribusi listrik Lampung sehingga dapat digunakan masyarakat, industri, serta fasilitas publik. Dengan konsumsi listrik per kapita Indonesia sebesar 1.411 kWh/tahun, Proyek Kukusan 2 mampu mengaliri listrik bagi 5.000 hingga 7.000 rumah tangga atau sekitar 25.000 jiwa.

Dengan beroperasinya proyek ini, Perseroan semakin berperan mendukung Pemerintah mencapai target Net Zero Emission pada 2060. Sejak 2017 hingga 2025, Perseroan berhasil menurunkan emisi gas rumah kaca sebanyak ±277.241 ton CO₂eq dan akan berkontribusi dalam reduksi emisi gas rumah kaca sebesar ±170.809 ton CO₂eq per tahun setelah Proyek Tomoni dan Proyek Pongbembe beroperasi. Ini mempertegas peran ARKO dalam transisi energi nasional.

Direktur Utama ARKO, Aldo Artoko dalam siaran pers, Rabu 25 Februari 2026 mengatakan, dengan beroperasinya Proyek Kukusan 2, Perseroan mampu mencerminkan konsistensi dalam pengembangan energi baru terbarukan (EBT), menjadikan Indonesia selangkah lebih maju dalam transisi energi.

“Beroperasinya Proyek Kukusan 2 menegaskan komitmen kami dalam menyediakan energi bersih sekaligus menjaga kepercayaan yang diberikan oleh PLN. Kami terus melanjutkan proyek pembangkit listrik yang tengah berjalan seperti Proyek Tomoni (10 MW) yang progress konstruksinya mencapai 61% dan diperkirakan selesai pada tahun ini. Untuk Proyek Pongbembe (20 MW) yang baru saja dimulai di akhir tahun 2025, ditargetkan selesai pada 2029,” lanjut Aldo.

Secara finansial, jelas Aldo, Proyek Kukusan 2 mulai berkontribusi terhadap kinerja keuangan Perseroan khususnya dalam peningkatan arus kas atas pendapatan rutin yang diterima dari PLN untuk 25 tahun ke depan dan mendukung pengembangan bisnis berkelanjutan dalam jangka panjang.

Hal ini memungkinkan Perseroan menambah dan mengeksekusi pipeline yang telah mencapai lebih dari 300 MW di berbagai wilayah di Indonesia, sejalan dengan upaya pemerintah dalam mewujudkan ketahanan dan swasembada energi nasional.

“Ke depannya, kami berkomitmen mengintegrasikan prinsip ESG untuk terus menerangi Indonesia dengan energi bersih dari tenaga air melalui lebih banyak lagi proyek pembangkit listrik EBT di Indonesia,” ujarnya. (konrad)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Incar Cuan Rp1,5 Triliun, TRIN dan TRUE Gandeng Artotel Kembangkan Proyek Hotel

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Dua perusahaan properti, PT Perintis Triniti...

Headline: Dirut Palma Serasih (PSGO) Terseret Kasus Hukum, Dewan Komisaris Tunjuk Pelaksana Tugas

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Kabar mengejutkan datang dari emiten perkebunan...

BNI Ingatkan Waspada Modus Kejahatan Siber Jelang Lebaran

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru