STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Manajamen PT Astra International Tbk (ASII) mengumumkan, Perseroan memutuskan untuk menghentikan pembelian kembali saham atau buyback di BEI pada tanggal 13 Januari 2026. Pengakhiran buyback saham ini lebih cepat dari rencana semula yakni tanggal 30 Januari 2026.
Corporate Secretary ASII Gita Tiffani Boer dalam keterangan tertulis, Rabu 14 Januari 2026 menjelaskan, alasan penghentian buyback saham tersebut karena telah terpenuhi dana yang dialokasikan untuk pembelian kembali saham ASII.
“Sisa dana yang tersedia sudah tidak mencukupi untuk membeli satu lot saham,” tulis Gita dalam keterangan yang disampaikan ke BEI.
Menurut Gita, selama periode buyback saham di Bursa Efek Indonesia, perseroan telah melakukan pembelian kembali sebanyak 305.213.900 lembar saham ASII dengan nilai keseluruhan mencapai Rp1.999.999.829.789.
Gita menegaskan bahwa penghentian pembelian kembali saham atau buyback tersebut tidak berdampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha Perseroan.
Seperti diketahui, Merujuk Laporan Keterbukaan Informasi Perseroan Leg/SRT-1270/AI/2025 Perihal Rencana Pembelian Kembali Saham dalam Kondisi Pasar Yang Berfluktuasi Signifikan tanggal 31 Oktober 2025, Perseroan telah menyampaikan rencana untuk melakukan pembelian kembali saham Perseroan dengan jumlah dana yang dialokasikan sebesar Rp2 triliun. Dana ini tidak termasuk biaya perantara pedagang efek dan biaya lain terkait buyback saham.
Ini dengan rincian jumlah saham yang akan dibeli kembali tersebut tidak akan melebihi 20% dari modal ditempatkan dan disetor Perseroan. Adapun jumlah saham free float setelah pelaksanaan pembelian kembali saham paling sedikit 7,5% dari modal ditempatkan dan disetor Perseroan.
Di Bursa Efek Indonesia, harga saham Astra International (ASII) hingga pukul 10.20 WIB perdagangan sesi I, Rabu 14 Januari 2026 tercatat Rp7.200 per unit, turun 1,37% dibanding penutupan sehari sebelumnya di Rp7.300 per unit. (konrad)
