STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat aktivitas penggalangan dana melalui penerbitan saham baru dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue masih terus berjalan. Hingga pertengahan bulan pertama tahun 2026, sejumlah perusahaan tercatat telah merampungkan aksi korporasi ini.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna menyampaikan pembaruan data terkini di Jakarta, dikutip Jumat (16/1/2026). Ia menyebutkan sudah ada tiga emiten yang berhasil menghimpun dana dari pasar modal lewat mekanisme tersebut. Total dana yang diraih mencapai angka triliunan rupiah.
“Kemudian untuk Rights Issue, per tanggal 15 Januari 2026 telah terdapat 3 perusahaan tercatat yang telah menerbitkan rights issue dengan total nilai Rp2,90 triliun,” ujarnya.
Selain yang sudah rampung, Nyoman juga mengungkapkan data antrean atau pipeline pencatatan. Saat ini, minat perusahaan untuk melakukan rights issue masih terlihat meski jumlahnya terbatas. Masih ada satu perusahaan yang sedang memproses rencana aksi korporasi ini di meja Bursa.
“Serta masih terdapat 1 perusahaan tercatat dalam pipeline rights issue BEI,” kata Nyoman.
Dilihat dari klasifikasi sektornya, perusahaan yang masuk dalam antrean tersebut berasal dari sektor properti. Data pipeline menunjukkan porsi sektor Properties & Real Estate mendominasi sebesar 100%. Tidak ada perwakilan dari sektor lain dalam antrean saat ini.
Secara rinci, satu perusahaan tersebut berasal dari sektor Properties & Real Estate. Sementara itu, sektor-sektor utama lainnya terpantau kosong.
Sektor yang nihil antrean rights issue antara lain Basic Materials, Consumer Cyclicals, Consumer Non-Cyclicals, Energy, dan Financials. Begitu pula dengan sektor Healthcare, Industrials, Infrastructures, Technology, hingga Transportation & Logistic. Semuanya tercatat nol perusahaan dalam pipeline kali ini.
