back to top

Awali 2026, Menkeu Purbaya Siapkan Jurus Jitu Genjot Ekonomi

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menatap tahun 2026 dengan penuh optimisme. Pemerintah bertekad mendorong pertumbuhan ekonomi yang makin berkualitas. Komitmen ini penting demi menjaga stabilitas negara.

Hal tersebut disampaikan Menkeu saat menyambangi kantor IDN HQ, Jakarta, Selasa (13/1/2026). Ia hadir dalam acara bertajuk “Semangat Awal Tahun 2026: 440 Hari Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Menuju Pertumbuhan Berkualitas”.

Purbaya membeberkan strategi pemerintah sejak akhir 2025. Pihaknya bergerak cepat membalikkan tren perlambatan ekonomi. Situasi ini dinilai krusial karena berpotensi mengganggu stabilitas sosial dan politik jika tidak segera ditangani.

“Kalau kita lihat Agustus-September turun ke level yang rendah sekali. Kita tahu kalau nggak dibalik, stabilitas sosial, politik akan terganggu. Karena itu, ekonomi harus segera dibalik agar stabilitas terjaga,” ujar Menkeu.

Pemerintah menyiapkan dua kunci utama untuk awal 2026. Pertama adalah percepatan belanja negara. Kedua, perbaikan iklim investasi. Salah satu langkah konkretnya adalah pembentukan satuan tugas (satgas). Tim ini bertugas mempercepat proses dan mengurai sumbatan (debottlenecking) di sektor riil.

“Jadi kita akan mendorong pertumbuhan riil sector. Stabilitas dan laju pertumbuhan ekonomi yang tinggi akan kita ciptakan. Dan kalau mereka butuh subsidi atau insentif, kita akan pertimbangkan sesuai dengan keadaan. Ke depan, moneter akan jalan, fiskal jalan, dan private sector jalan,” jelasnya.

Menkeu tak menampik adanya tantangan. Efektivitas kebijakan sempat tertahan karena respons kebijakan moneter yang kurang seirama. Namun, ia memastikan koordinasi dengan Bank Sentral kini sudah jauh lebih baik. Kedua pihak telah sepakat menjaga keseimbangan likuiditas di pasar. Kebijakan fiskal dan moneter kini berjalan beriringan.

“Kami diskusi lagi dengan Bank Sentral, sekarang sudah dapat titik tengah, gimana cara memperbaiki sistem ini dengan baik agar fiskal moneter lebih sinkron,” tegas Menkeu.

Acara ini menjadi ruang diskusi penting mengenai arah kebijakan ekonomi. Pemerintah ingin memastikan pertumbuhan yang inklusif, produktif, dan berkelanjutan. Kemenkeu berkomitmen menjaga stabilitas dan memperkuat koordinasi. Langkah perbaikan struktural ini diharapkan dapat dirasakan langsung dampaknya oleh masyarakat dan dunia usaha.

- Advertisement -

Artikel Terkait

BPS Mencatat Kunjungan Wisman Naik 1,11% pada Januari 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bada Pusat Statistik (BPS) mencatat kunjungan...

Penumpang Internasional Turun 1,02% pada Januari 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa...

Inflasi Year-on-year Tercatat 4,76% pada Februari 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan bahwa...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru