GoTo Blak-blakan Soal Status Nadiem Makarim, Transaksi Saham, dan Riwayat Investasi Google
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Manajemen PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) akhirnya buka suara terkait dinamika perusahaan belakangan ini. Langkah ini merespons perhatian publik terhadap proses hukum pen...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Manajemen PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) akhirnya buka suara terkait dinamika perusahaan belakangan ini. Langkah ini merespons perhatian publik terhadap proses hukum pendiri Gojek, Nadiem Makarim. Perusahaan teknologi ini memberikan penjelasan rinci mengenai sejarah investasi dan tata kelola perusahaan.
Nadiem terbukti sudah melepaskan seluruh jabatannya di tubuh GoTo. Momen pengunduran diri ini terjadi pada bulan Oktober 2019 lalu. Saat itu ia mendapat tugas negara di Kabinet Indonesia Maju.
"Nadiem sendiri telah melepaskan seluruh jabatannya di Perseroan pada tahun 2019 sejak mengemban jabatan sebagai Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia," tulis manajemen GoTo dalam keterangan resminya, yang diterima Senin (2/3/2026).
Nadiem mengambil langkah tegas untuk memisahkan kepentingan bisnis dari tanggung jawabnya sebagai menteri. Ia menyerahkan hak suara sahamnya kepada para pendiri lain melalui Surat Kuasa. Sejak saat itu, Nadiem sama sekali tidak memiliki peran sebagai pengambil keputusan di dalam perusahaan.
Selain status Nadiem, GoTo juga meluruskan riwayat investasi Google. Raksasa teknologi global ini pertama kali menyuntikkan modal ke GoTo pada 2017. Sebagian besar investasi Google masuk sebelum tahun 2019. Ini berarti kucuran dana masuk saat Nadiem belum berstatus pejabat publik.
- TCPI Catat Laba Rp123,4 Miliar, Tumbuh 25% di Semester I 2026
- JELI Klarifikasi Antrean Jual 68 Juta Lot, BEI Bilang Bukan Gangguan Sistem
- Laba ABMM Melonjak 41,9% Jadi USD39,4 Juta di Semester I 2026, Ini Penopangnya
- Kontrak Baru WEGE Meroket 510%, Utang Turun Jadi Rp1,84 Triliun
- WEGE Rugi Rp89,89 Miliar pada Semester I 2026, Pendapatan Anjlok 55%
- JELI Klarifikasi Antrean Jual 68 Juta Lot, BEI Bilang Bukan Gangguan Sistem
- Asuransi Maximus (ASMI) Berbalik Boncos! Rugi Rp124,2M pada Semester I-2026
- Market Cap BEI Naik 0,48 Persen Jadi Rp10.923T Dalam Sepekan
- TCPI Catat Laba Rp123,4 Miliar, Tumbuh 25% di Semester I 2026
- Laba ABMM Melonjak 41,9% Jadi USD39,4 Juta di Semester I 2026, Ini Penopangnya
- JELI Klarifikasi Antrean Jual 68 Juta Lot, BEI Bilang Bukan Gangguan Sistem
- Laba ABMM Melonjak 41,9% Jadi USD39,4 Juta di Semester I 2026, Ini Penopangnya
- AHAP Gelar Rights Issue 3,5 Miliar Saham, Asuransi Central Asia Serap 62,58%
- Kontrak Baru WEGE Meroket 510%, Utang Turun Jadi Rp1,84 Triliun
- WEGE Rugi Rp89,89 Miliar pada Semester I 2026, Pendapatan Anjlok 55%