Badai Beryl Datang, Harga Minyak Turun 1%!
STOCKWATCH.ID (NEWYORK) – Harga minyak dunia merosot lagi sekitar 1% pada penutupan perdagangan Senin (8/7/2024) waktu setempat atau Selasa pagi (9/7/2024) WIB. Penurunan terjadi karena pasar menilai...
"Minyak dan produk mengalami penurunan akibat badai ini, karena skenario terburuk dari Badai Beryl, untungnya, tidak akan terjadi," kata Phil Flynn, analis senior di Price Futures Group, dalam catatannya pada hari Senin.
Shell menghentikan produksi dan mengevakuasi personel dari platform Perdido sekitar 200 mil selatan Galveston. Platform ini memproduksi sekitar 100.000 barel per hari atau sekitar 5,5% dari produksi minyak di Teluk Meksiko.
"Saya tidak melihat badai ini akan mempengaruhi pasokan atau harga secara signifikan; konsumen akan mendapatkan bensin mereka. Kebanyakan orang tidak akan menyadari," kata Andy Lipow, presiden Lipow Oil Associates, dalam catatannya pada hari Minggu.
Ada sedikit pengurangan operasi penyulingan dan penundaan pengiriman produk ke Florida. Namun, harga bensin diperkirakan tetap stabil selama badai, dan mungkin naik sedikit setelahnya karena harga minyak mentah yang meningkat, tambah Lipow.
Investor khawatir dengan musim badai tahun ini. Colorado State University memprediksi musim badai yang sangat aktif tahun ini.
- Bursa Saham Eropa Bervariasi, Tersengat Sentimen AI dan Inflasi Zona Euro
- Bursa Asia Ditutup Menguat, KOSPI Catat Kenaikan Harian Terbesar Sepanjang Sejar...
- Janu Putra Sejahtera Kantongi Rp70 Miliar dari Penjualan Aset ke Grup De Heus
- Laba Bersih MSIN Naik 13,6% Jadi Rp279 Miliar di Semester I 2026
- Tiket Umum Ludes Sejam, BRI Buka Akses Eksklusif Konser 35 Tahun Twilite Orchest...
- ANTAM Catat Lonjakan Penjualan Feronikel 32% di Semester I 2026
- Stock Future Nasdaq Menanjak, Laba Amazon Jaga Momentum Positif Wall Street
- Harga Emas Dunia Kembali Berkilau, Ternyata Ini Penyebabnya
- BRI Peduli Perkuat Peternak Sapi Perah di Malang, Produksi dan Nilai Tambah Susu...
- Prabowo Resmikan Akad Massal 62.000 KPR Rumah Subsidi dan KUR Perumahan Rp880 Mi...