Badai Beryl Datang, Harga Minyak Turun 1%!
STOCKWATCH.ID (NEWYORK) – Harga minyak dunia merosot lagi sekitar 1% pada penutupan perdagangan Senin (8/7/2024) waktu setempat atau Selasa pagi (9/7/2024) WIB. Penurunan terjadi karena pasar menilai...
STOCKWATCH.ID (NEWYORK) – Harga minyak dunia merosot lagi sekitar 1% pada penutupan perdagangan Senin (8/7/2024) waktu setempat atau Selasa pagi (9/7/2024) WIB. Penurunan terjadi karena pasar menilai dampak Badai Tropis Beryl terhadap infrastruktur penyulingan, produksi, dan ekspor di Gulf Coast.
Mengutip CNBC International, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Agustus menyusut 83 sen, atau 1% menjadi US$82,33, di New York Mercantile Exchange.
Adapun harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman September 2024, anjlok 79 sen, atau 0,91% mencapai US$85,75 per barel, di London ICE Futures Exchange.
Beryl mencapai daratan dekat Matagorda, Texas, sebagai badai kategori 1 dengan kecepatan angin maksimum 80 mil per jam. Matagorda berada sekitar 150 mil timur laut Corpus Christi, salah satu fasilitas ekspor minyak utama di AS.
Setelah itu, Beryl diturunkan menjadi badai tropis dengan kecepatan angin maksimum 60 mil per jam. Menurut Pusat Badai Nasional (NHC), badai ini diperkirakan akan melemah lebih lanjut dan bergerak ke arah timur laut.
- Bursa Saham Eropa Bervariasi, Tersengat Sentimen AI dan Inflasi Zona Euro
- Bursa Asia Ditutup Menguat, KOSPI Catat Kenaikan Harian Terbesar Sepanjang Sejar...
- Janu Putra Sejahtera Kantongi Rp70 Miliar dari Penjualan Aset ke Grup De Heus
- Laba Bersih MSIN Naik 13,6% Jadi Rp279 Miliar di Semester I 2026
- Tiket Umum Ludes Sejam, BRI Buka Akses Eksklusif Konser 35 Tahun Twilite Orchest...
- ANTAM Catat Lonjakan Penjualan Feronikel 32% di Semester I 2026
- Stock Future Nasdaq Menanjak, Laba Amazon Jaga Momentum Positif Wall Street
- Harga Emas Dunia Kembali Berkilau, Ternyata Ini Penyebabnya
- Janu Putra Sejahtera Kantongi Rp70 Miliar dari Penjualan Aset ke Grup De Heus
- JELI Klarifikasi Antrean Jual 68 Juta Lot, BEI Bilang Bukan Gangguan Sistem