back to top

Badai Laba Korporasi Tekan Bursa Eropa, Suku Bunga BoE dan ECB Tak Berubah

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup melemah pada akhir perdagangan Kamis (22/1/2026) waktu setempat. Investor merespons negatif laporan laba sejumlah perusahaan besar di kawasan tersebut. Sentimen pasar juga dipengaruhi oleh keputusan suku bunga dari bank sentral utama di Inggris dan Eropa.

Mengutip CNBC International, indeks Stoxx Europe 600 yang berisi saham-saham utama di Eropa berakhir turun 1,05% ke posisi 611,65. Seluruh bursa utama di kawasan ini berakhir di zona merah. Indeks FTSE MIB Italia mencatat penurunan tajam sebesar 1,75% ke posisi 45.819,57.

Indeks IBEX 35 Spanyol juga anjlok 1,97% ke level 17.746,30. FTSE 100 Inggris melemah 0,90% ke posisi 10.309,22. DAX Jerman terkoreksi 0,46% ke level 24.491,06. Sementara itu, indeks CAC 40 Perancis turun tipis 0,29% menjadi 8.238,17.

Saham Volvo Cars menjadi salah satu yang paling tertekan dengan penurunan drastis 22,5%. Perusahaan melaporkan laba operasional kuartal keempat turun 68% menjadi 1,8 miliar krona Swedia atau sekitar USD 200,46 juta. Performa ini jauh lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Raksasa minyak Shell juga mencatatkan kinerja di bawah ekspektasi analis. Laba penyesuaian Shell tercatat sebesar USD 3,26 miliar. Angka tersebut meleset dari perkiraan awal sebesar USD 3,53 miliar. Kondisi ini membuat saham Shell ditutup melemah 3,4%.

Sektor pertahanan ikut terbebani oleh penurunan saham Rheinmetall sebesar 6,5%. Perusahaan memproyeksikan pendapatan setahun penuh sekitar 13,6 miliar euro. Proyeksi rendah ini dipicu oleh pertumbuhan yang kurang memuaskan di seluruh divisi pertahanan.

Dari sisi kebijakan moneter, Bank of England (BoE) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga tetap pada level 3,75%. Langkah serupa diambil oleh Bank Sentral Eropa (ECB). ECB menahan suku bunga utamanya di angka 2% pada Kamis sore.

Kelesuan di bursa Eropa ini sejalan dengan gejolak pasar global. Wall Street sebelumnya mengalami kerugian dua hari beruntun akibat aksi jual saham teknologi. Bursa Asia-Pasifik juga terpantau memerah mengikuti momentum pelemahan di pasar Amerika Serikat.

Investor kini tengah menanti rilis data ekonomi penting lainnya di kawasan Eropa. Data tersebut meliputi pesanan pabrik Jerman, produksi industri Perancis, serta penjualan ritel Uni Eropa. Laporan laba perusahaan teknologi raksasa dari AS seperti Amazon juga menjadi perhatian pelaku pasar.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Wall Street Membara, Indeks Dow Jones Tumbang Hampir 600 Poin

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau...

Sektor Teknologi Tumbang, Indeks Kospi Pimpin Kejatuhan Bursa Saham Asia

STOCKWATCH.ID (TOKYO) – Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik mayoritas...

Saham Teknologi Rontok, Nasdaq Terjun 1,51% Saat Dow Jones Berhasil Menguat

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru