STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup melemah pada akhir perdagangan Kamis (30/1/2026) waktu setempat. Para investor mencermati deretan laporan keuangan dari beberapa perusahaan terbesar di Eropa. Sentimen pasar cenderung negatif akibat kinerja emiten yang beragam di tengah momen ‘Super Thursday’.
Mengutip CNBC International, indeks Stoxx Europe 600 yang berisi saham-saham utama di Eropa berakhir turun 0,23% ke posisi 607,14. Sebagian besar sektor dan bursa utama di kawasan tersebut berada di zona merah. Indeks CAC 40 Perancis naik tipis 0,06% ke level 8.071,36. FTSE MIB Italia turun 0,14% ke posisi 45.075,60.
Indeks FTSE 100 Inggris menguat 0,17% ke level 10.171,76. DAX Jerman anjlok 2,07% ke posisi 24.309,46. Sementara itu, IBEX 35 Spanyol melemah 0,10% ke level 17.589,70.
Saham SAP jatuh ke dasar indeks pan-Eropa setelah anjlok 16%. Ini merupakan penurunan terbesar sejak 2020. Merosotnya harga saham produsen perangkat lunak Jerman ini turut menyeret indeks DAX lebih rendah.
Pendapatan cloud SAP pada kuartal keempat berada di bawah estimasi konsensus. Perusahaan memperingatkan pertumbuhan simpanan pesanan (backlog) cloud akan “sedikit melambat” pada 2026.
Sektor sumber daya dasar justru memimpin penguatan sebesar 3,2%. Saham perbankan Eropa naik 0,6% dan jasa keuangan bertambah 1,4%. Saham ABB melesat 8% setelah pesanan kuartal keempat melonjak 36%. Rekor pesanan perusahaan yang bermarkas di Zurich ini mencapai 10,32 miliar USD.
Deutsche Bank mencatat laba bersih 1,3 miliar Euro atau setara 1,56 miliar USD. Hasil ini melampaui estimasi analis sebesar 1,12 miliar Euro. Meski begitu, saham bank tersebut berakhir turun 1,9% setelah otoritas Jerman menggerebek kantor mereka terkait penyelidikan pencucian uang.
ING Groep juga melampaui target dengan laba bersih 1,4 miliar Euro. Namun, saham pemberi pinjaman Belanda ini tetap turun 1,1%. Saham Swedbank melemah 0,3% dan SEB merosot 6,6% karena gagal memenuhi target laba bersih.
Di sektor kesehatan, saham Roche naik hampir 2,6%. Sanofi juga menguat 0,5% setelah kedua perusahaan merilis laporan keuangan yang beragam. Investor juga memantau kinerja Wizz Air, Nokia, dan STMicroelectronics.
Pasar Amerika Serikat (AS) juga fokus pada laporan keuangan, termasuk Apple. Indeks S&P 500 turun setelah Microsoft melaporkan perlambatan pertumbuhan cloud. Tesla juga mencatat penurunan pendapatan tahunan.
Para pelaku pasar mengevaluasi keputusan Federal Reserve (Fed). Bank sentral AS mempertahankan suku bunga acuan pada kisaran 3,5% hingga 3,75%. Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) memberikan pernyataan optimis terkait kondisi ekonomi.
Indikator menunjukkan “aktivitas ekonomi telah berekspansi pada kecepatan yang solid.” Selain itu, tingkat pengangguran “telah menunjukkan beberapa tanda stabilisasi.” Fed diperkirakan tetap akan memangkas suku bunga sebesar seperempat poin sebanyak dua kali pada akhir 2026.
