back to top

Badai Musim Dingin Lumpuhkan Produksi AS, Harga Minyak Dunia Melambung 3%

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Harga minyak dunia melonjak sekitar 3% pada akhir perdagangan Selasa (27/1/2026) waktu setempat atau Rabu pagi (28/1/2026). Kenaikan ini dipicu oleh badai musim dingin hebat yang melumpuhkan produksi minyak mentah Amerika Serikat (AS). Cuaca ekstrem tersebut sempat membuat ekspor minyak mentah dari Pantai Teluk AS terhenti total selama akhir pekan.

Mengutip CNBC International, harga minyak mentah Brent untuk pengiriman Maret naik 1,98 USD atau 3,02%. Harga minyak acuan global ini ditutup pada level 67,57 USD per barel, di London ICE Futures Exchange.

Adapun harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) melonjak 1,76 USD atau 2,9%. Minyak WTI berakhir pada posisi 62,39 USD per barel, di New York Mercantile Exchange.

Para produsen minyak AS kehilangan produksi hingga 2 juta barel per hari akibat badai tersebut. Jumlah ini mencakup sekitar 15% dari total produksi nasional. Cuaca dingin yang ekstrem merusak infrastruktur energi dan jaringan listrik di berbagai wilayah negeri Paman Sam.

Fawad Razaqzada, Market Analyst di City Index, menyebut cuaca buruk mendorong harga minyak mentah berjangka. Risiko jangka pendek cenderung meningkat karena kekhawatiran gangguan pasokan.

Layanan pelacakan kapal Vortexa melaporkan ekspor minyak mentah dan gas alam cair dari pelabuhan Pantai Teluk AS anjlok hingga nol pada hari Minggu. Namun, arus pengiriman mulai bangkit kembali pada Senin seiring pembukaan kembali pelabuhan. Volume pengiriman tercatat berada di atas norma musiman.

Tamas Varga, Oil Analyst di pialang PVM, memberikan analisanya terkait dampak cuaca ini. “Cuaca dingin di AS kemungkinan akan menyebabkan penurunan stok minyak yang cukup signifikan selama beberapa minggu ke depan, terutama jika cuaca ini terus berlanjut,” ujar Tamas Varga.

Kondisi pasar minyak global juga semakin ketat akibat kendala produksi di Kazakhstan. Ladang minyak terbesar mereka, Tengiz, kemungkinan hanya mampu memulihkan kurang dari setengah produksi normalnya hingga 7 Februari. Fasilitas ini perlahan pulih dari insiden kebakaran dan pemadaman listrik.

Giovanni Staunovo, Analis di UBS, memantau perkembangan pemulihan tersebut. “Pemulihan produksi Tengiz tampaknya terjadi lebih lambat dari perkiraan sebelumnya, menjaga pasar minyak tetap ketat,” kata Giovanni Staunovo. Ia menambahkan pelemahan mata uang dolar AS turut memberikan dukungan bagi kenaikan harga.

Faktor geopolitik ikut memanaskan suasana pasar. Kapal induk AS dan kapal perang pendukung dilaporkan telah tiba di Timur Tengah. Kehadiran militer ini memperkuat kemampuan Presiden Donald Trump untuk melindungi pasukan AS atau mengambil tindakan militer terhadap Iran.

Fawad Razaqzada kembali memberikan catatannya mengenai tensi politik global. “Dengan Trump mengatakan pekan lalu AS memiliki ‘armada’ yang menuju Iran, ketegangan geopolitik meningkat, dan itu menjaga harga minyak tetap didukung dalam prospek jangka pendek,” tutur Razaqzada.

Dennis Kissler, Senior Vice President of Trading di BOK Financial, menilai stabilitas harga juga dipengaruhi oleh konflik di Eropa Timur. “Ketegangan antara Teheran dan Washington ditambah dengan tidak adanya kabar mengenai kesepakatan damai Ukraina-Rusia menjaga harga minyak mentah tetap stabil,” kata Dennis Kissler.

Di sisi pasokan, organisasi negara pengekspor minyak dan sekutunya (OPEC+) memberikan sinyal kebijakan terbaru. Mereka diperkirakan tetap menahan kenaikan produksi minyak untuk bulan Maret. Keputusan resmi akan dibahas dalam pertemuan pada 1 Februari mendatang.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Harga Emas Dunia Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Masa, Tembus USD 5.136

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia kembali mencetak sejarah...

Harga Emas Dunia Melejit Tembus USD 5.100, Investor Buru Aset Aman

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia kembali mencetak rekor...

Harga Minyak Dunia Terkoreksi, Investor Pantau Dampak Badai dan Tensi AS-Iran

STOCKWATCH.ID (HOUSTON) – Harga minyak mentah dunia ditutup sedikit...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru